Latest Entries »

Setelah kita mencoba Cara mudah install windows dari usb pasti tidak semua dari kita mengalami kesuksesan… dibawah ini merupakan kegagalan dan beberapa solusi untuk kegagalan tersebut. Permasalahan tersebut adalah :

  1. Windows yang diinginkan adalah Windows 7 (solusi : gunakan flash disk lebih besar)
  2. Laptop tidak mau booting dari flash disk (solusi : coba cek di bios, ganti booting dari bios)
  3. Software USB prep tidak bisa berjalan di Windows 7 (solusi : gunakan windows xp saat transfer dari cd ke fd)
  4. Crash dengan linux (solusi : buat partisi baru khusus windows / hapus linux)
  5. PeToUsb tidak menampakkan flashdisk (solusi : tarik tancepin lagi fd/run dg mode administrator/pake xp)

Permasalahan tersebut tidak selalu ditemui, oleh karena itu jika pembaca menemukan permasalahan lain silahkan comment, OK?

Kesimpulannya adalah untuk meminimalkan konversi dari cd ke usb gunakan windows XP sp2

Hal yang paling menyebalkan pada era internet adalah adanya netbook. hahahhaha memang ringan sih kalo dibawa, baterainya juga tahan lama kayak energyzer :) . tapi yang lemoooooot dan penginstalan yang ribet membuat netbook tidak menyenangkan bagi sebagian orang terutama saya. ada cerita yang tidak menyenangkan mengenai netbook ini, tapi memberi solusi. ceritanya begini :

“pagi tadi saya bangun jam 2 pagi, pingine langsung instal netbooknya orang langsung. software sudah ada. tinggal instal.. ternyata………….. selang beberapa waktu dan beberapa jam neh netbook gak selesai selesai hingga sekarang jam 7.30 pagi baru ada progress instal…
dari jam 2 sampe jam 7 banyak pelajaran yang dipetik :

1. kalo gak ada ilmunya ya sulit instal

2. ternyata meremehkan permasalahan membuat permasalahan baru

3. gak usah cari tutorial laen, mending pake tutorial yang telah aku buat di halaman ini . :D

selepas itu semua, bila anda ada permasalahan sama dengan saya. coba hal dibawah ini :

  1. Download file ini, , yang berisi 2 folder yaitu bootsect dan usb_prep8
  2. Buka folder usb_prep8 dan klik usb_prep8.cmd
  3. Klik sembarang, setelah itu akan dibuka langsung PeToUSB window
  4. Trus click format flash disk, setelah selesai jangan ditutup dulu
  5. Buka consol window dengan start>run>cmd
  6. Masuk ke direktori bootsect kemudian ketik “bootsect.exe /nt52 g:” melalui command prompt tersebut
  7. Cara masuk direktori menggunakan perintah command prompt yaitu dir, cd <folder>, cd.. (pelajari di tutorial laen)
  8. Setelah selesai pada cmd akan muncul pesan “update boot telah selesai” tapi pake bahasa inggris :D
  9. Kemudian tutup cmd
  10. Tutup PeToUSB
  11. Balik lagi ke usb_prep8 yang belum ditutup tadi
  12. Ada pilihan 8 option
  13. Ketik 1 untuk pilih source xp
  14. Ketik 3 untuk pilih usb
  15. Ketik 4 untuk melakukan pindah source windows ke usb
  16. Selesaiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii (jangan lupa untuk membaca lebih detil perintah)
  17. Sebaiknya data disimpan dulu sebelum melakukan proses diatas

Selamat mencoba ya?

Agility

Kecepatan sejati adalah sederhana
Seperti tumbuhnya gigi dewasa
Terbitnya matahari di pagi hari
Gugurnya daun karena tua
Tumbuhnya rumput di musim semi
Tidak dilakukan dengan susah
Cepat karena mengerti
Tujuan besar karena berlari

Resensi Film Serigala Terakhir

Serigala terakhir merupakan film yang mengisahkan kelompok preman yang bermimpi untuk menjadi hebat, dengan segala cara dan cerita yang berbeda diantara kelompok preman tersebut. Tak jarang cerita saling bentrok antar anggota preman tersebut. Meskipun begitu secara umum cerita sangat menarik dengan efek darah yang begitu meyakinkan. Kejanggalan pun masih kentara saat ending, yang menurutku benar benar janggal, tidak ada happy ending ataupun ending menimbulkan tanda tanya, malah terkesan aneh. Meskipun demikian, film ini memiliki nilai lebih pada pesan moral yang disampaikan yaitu pada saat film ini menimbulkan tanda tanya pada ending, saat itulah epilog sangat mengena dengan judul film ini.

PUISI SI 2010

Blueprint 2009 telah selesai

Bukan renstra hanya rencana satu tahun

saatnya membangun master plan 2010

project charter hingga baseline

Milestones telah dilewati

Critical path dilakukan dengan tenang

Harusnya tidak menjadi iri

Antara BPM dan UML

Karena hidup kita bukan uang koin

Yang kebanyakan menganggap begitu

Antara Gambar atau tulisan uang

Antara BPM atau UML

Seperti yang dikatakan manajemen perubahan

“Bersikaplah kreatif untuk segala sesuatu”

maka dikatakan project adalah perubahan

Karena project memiliki change control procedure

CRM, SCM, ERP merupakan tool diri kita

tidak selalu membantu, hanya push dan pull

Selanjutnya tergantung proposal bisnis

dan bagaimana mengembangkan ide bisnis

Information Age menjadi isu

Endinginya orang ragu tentang era

Sebagian keras dan tak berubah

Sedikit sadar akan kesimpulan 2009

Kita semua adalah PM, Owner, CEO

bagi PMO dan project kita sendiri

Selayaknya ada audit 2009

dan menjadi tolak ukur 2010

no matter how much distance to get the science
no matter how hard a rock can be break
no matter how great the desire to achieve a goals
and millions difficulties that lie behind the wall
not as difficult as build a house
from foundations, mixing cement, power calculations
painting the house, give the furniture and art of finishing
Because the principle that we have not hard, not great and not so far them
but small changes that we have
bit by bit like building a house

Notasi dari EAB adalah suatu ide atau kumpulan ide yang perlu kita pahami dan terjemahkan kedalam blueprint. Enterprise Architectur Blueprinting adalah sekumpulan dokumen yang terbagi dalam sebuah seksi atau subseksi

Enam Elemen Penting EAB

Enam elemen elemen yang seharusnya ada pada EAB, meski bisa dilakukan tidak secara berurut. Elemen tersebut meliputi aplikasi, data, business dan ekonomi, operasi, struktur organisasi dan fungsi, infrastruktur.

EAB berwujud aturan yang spesifik menggambarkan beberapa hal sebagai berikut :

  1. Bagaimana kita menggambarkan setiap diagram
  2. Bagaimana diagran dan icon berhubungan satu dengan yang lain
  3. Bagaimana melakukan strukturisasi dan menetukan secara spesifik nondiagram blueprint
  4. Pada bagian mana (sub)section untuk ditempatkan dalam blueprint komponen.
  5. Bagaimana mengemas penyelesaian dari EAB

Contoh susunan dari EAB sebagai berikut

  • Front Section > Berisi materi perkenalan
  • Core Section Berisi gambar tergantung pada sistem kombinasi blok diagram, platform diagram, diagram interoperabilitas, fungsi blok diagram, dan cut-out diagram
  • Annotation Section > Penjelasan penjelasan spesifikasi fungsional
  • Dictionary Section > Berisi EAB kamus yang merupakan bagian daftar
  • Detail Section > Bagian detail-detail platform spesifikasi fungsional
  • Database Section > Berisi database database spesifikasi fungsional
  • Transaction Section > Berisi spesifikasi transaksi fungsional
  • Portability Section > Berisi portabilitas spesifikasi fungsional
  • Scalability Section > Berisi skalabilitas spesifikasi fungsional
  • Network Section > Berisi spesifikasi Jaringan fungsional
  • User Group Section > Mengandung spesifikasi fungsional kelompok pengguna
  • EAB dapat digunakan untuk dokumentasi 8 tipe blueprint

  • Logical infrastructure architecture
  • EAB yang menunjukkan komponen logical architecture  dan hubungannnya dengan masalah infrastruktur tetapi tidak secara spesific memberikan solusi untuk setiap elemen dari logical

  • Physical infrastructure architecture
  • EAB yang menujukkan secara fisik elemen architecture dan hubungannya untuk masalah infrastruktur

  • Functional infrastructure architecture
  • EAB yang menunjukkan fungsi infrastruktur dan hubungannya untuk masalah infrastruktur

  • Infrastructure architecture sketch or infrastructure conceptual architecture
  • Fungsi EAB icon  didalam  sebuah peristiwa untuk mengkomunikasikan ide utama tentang physical, logical atau fungsional arsitektur

  • Logical application architecture
  • EAB yang menunjukkan elemen dari logical architecture dan hubungannya untuk aplikasi-masalah tertentu tetapi tidak secara spesifik menghasilkan solusi untuk setiap elemen logical

  • Physical application architecture
  • EAB yang menunjukkan  elemen physical architecture dan hubungan mereka untuk suatu masalah secara spesifik

  • Functional application architecture
  • EAB yang menunujukkan fungsi bisnis dan hubunganya untuk  suatu masalah aplikasi tertentu

  • Application architecture sketch or application conceptual architecture
  • Kegunaan dari icon EAB dalam suatu kasus untuk mengkomunikasikan idea tetang physical, logical atau fungsional arsitektur aplikasi

    Perubahan EAB

    EAB berubah karena bisnis dan teknologi yang mengarahkan perubahan tersebut, dan mengatur dengan menggunakan engineering change control dan structured configuration management

    Key points-nya adalah sebagai berikut :

    1. EAB, merupakan keseluruhan, sebuah blueprint.
    2. EAB dibagi dari beberapa seksi yan mana dibagi dalam sebuah subseksi.
    3. Setiap dasar dari subseksi Each core subsection hosts one, and only one, type of diagram.
    4. Ekspresi  yang lengkap dari diagram terdiri dari 1 – n halaman.
    5. Sebuah halaman diagram digambarkan menggunakan icon tertentu dan variabel kata yang digunakan dalam aturan EAB.

    Oleh : Wildan S (Unkick.wordpress.com)

    Pertumbuhan dan perkembangan media penyimpanan sangatlah signifikan, terlihat dari riset yang menunjukkan bahwa setiap tahun media penyimpanan mengalami pertumbuhan 2 kali lipat. Faktor yang harus diperhatikan dalam memilih tempat peyimpanan adalah sebagai berikut :

    1. Besar data dan jumlah peningkatan penyimpanan data
    2. Kecepatan akses data
    3. Pertimbangan diakses oleh server atau tidak
    4. Uptime dan downtime
    5. Harga

    Media penyimpanan yang baik harus memenuhi kriteria sebagai berikut :

    1. Tingkat redundansi yang kecil
    2. Adanya toleransi kegagalan
    3. Adanya toleransi bencana
    4. Kecepatan tinggi / sesuai dengan kebutuhan
    5. Latency rendah
    6. Open (bersifat terbuka antar vendor sistem operasi ataupun penyimpanan)
    7. Kemudahan dalam instalasi

    Jenis akses pada media penyimpanan adalah sebagai berikut :

    1. Direct attached storage (DAS) – sebuah disk subsistem di pasang secara langsung dalam satu atau lebih host dan secara fisik tersambung dengan kabel ke server
    2. Network Attached Storage (NAS)- sebuah sistem penyimpanan yang mempunyai tujuan khusus yaitu untuk diakses dari jauh melalui data network
    3. Storage-area Network (SAN) – adalah network private (menggunakan protokol storage daripada protokol network) yang menghubungkan server dan unit penyimpanan
    4. Internet SCSI (iSCSI)— adalah protokol NAS terbaru. Protokol ini menggunakan protokol IP network untuk membawa protokol SCSI
    5. Fibre channel over IP (FCIP)-mengaktifkan channel SAN untuk interkoneksi melalui IP basic jaringan.

    Perkembangan jaringan lokal menuntut media penyimpanan untuk bekerja secara local dan dapat diakses secara langsung oleh jaringan, hingga akhirnya muncul istilah SAN (Storage Area Network). SAN merupakan sebuah jaringan berkecepatan sangat tinggi, terdiri dari server dan penyimpan. Terpisah dan berbeda dengan LAN/WAN perusahaan, tujuan utama SAN adalah untuk menangani trafik data dalam jumlah besar antara server dan peralatan penyimpan, tanpa mengurangi bandwidth yang ada di LAN/WAN. Contoh konfigurasi SAN adalah sebagai berikut :

    LAN menggunakan protokol jaringan yang mengirimkan potongan kecil. SAN menggunakan protokol penyimpanan (SCSI), sehingga memungkinkan untuk mengirimkan potongan besar data sambil mengurangi overhead, dan meningkatkan bandwidth. Sistem berbasis LAN menghubungkan server dengan client, setiap server memiliki dan mengontrol akses ke media penyimpanannya, yang pada akhirnya membatasi aksesibilitas data. Sebuah SAN memungkinkan sumber daya penyimpanan data untuk dikaitkan langsung ke jaringan, tanpa perlu terhubung ke server yang spesifik. Hal ini memungkinkan semua server untuk mengakses sumber daya media penyimpanan yang ada di SAN

    Keunggulan dari SAN adalah sebagai berikut :

    1. Availability, satu copy data dapat diakses oleh semua host melalui jalur yang bebeda, dan manajemen data menjadi lebih efisien
    2. Reliability, infrastruktur transportasi data yang menjamin tingkat kesalahan yang sangat minimal, dan kemampuan dalam mengatasi kegagalan
    3. Scalability, Server maupun media penyimpanan dapat ditambahkan secara independent satu dan lainnya, tanpa batasan harus menggunakan sistem proprietary
    4. Performance, Fibre Channel memiliki bandwidth sampai 200 Mbps dengan overhead yang rendah, SAN memisahkan trafik backup dengan trafik standar LAN/WAN
    5. Manageability, berkembangnya perangkat lunak dan standar memungkinkan manajemen dilakukan secara terpusat, koreksi dan deteksi kesalahan yang roaktif
    6. Return On Information Management, SAN memungkinan biaya kepemilikan yang rendah, dan menaikkan Return On Information Management dibandingkan metode penyimpanan tradisional

    Komponen yang digunakan pada SAN adalah sebagai berikut :

    1. Host bus adapters (HBAs) di setiap host. FC adapters (seperti SCSI adapater) dengan driver pada OS
    2. Storage devices, RAID subsystems, JBODs
    3. Interconnect devices seperti fibre channel hubs atau switches, SAN gateways, bridges, routers, dan extenders, dan fiber-optic cables yang mengkoneksikan hub atau  switch ke HBA dan media penyimpanan

    Konfigurasi SAN secara sederhana dapat dijelaskan sebagai berikut :

    1. Pada sistem LAN kita memiliki server, hub/switch/router dan network Interface card (NIC) yang saling berhubungan dengan memakai kabel UTP/coaxial.
    2. SAN terdiri dari SAN server (suatu server dengan kapasitas storage terabyte [ribuan gigabyte]), SAN hub/switch/router, SAN cable (biasanya fiber optic) dan SAN ‘NIC’. Hub/Switch/router dan NIC untuk SAN tidak sama dengan peralatan LAN karena, seperti yang dikemukakan di atas, sistem koneksi yang dipakai untuk SAN adalah SCSI atau FC.

    Fase dari mendesign SAN secara garis besar dapat dikelompokkan ke dalam 4 langkah, sebagai berikut :

    1. Mengumpulkan data tentang kebutuhan sistem / Requirements
    2. Mengumpulkan informasi lingkungan di luar sistem (tempat, bencana, dll)
    3. Memilih penyimpanan yang cocok
    4. Koneksi penyimpanan dengan server

    Oleh : Wildan S (unkick.wordpress.com)

    Data center server adalah Pusat pemrosesan data yang didukung dengan perangkat pengolahan data tersebut. Disebut juga dengan pusat komputerisasi. Data center server merupakan server data terpusat dari jaringan di suatu jaringan, baik dalam jaringan lokal antaupun global, jaringan instansi ataupun perusahaan. Data center server dikelola oleh administrator. Pengelolaan data center yang baik mendukung seluruh kinerja dari jaringan, dari pemakaian aplikasi, oleh karena itu aturan dan standar pengukuran merupakan hal yang penting dari administrasi Data Center. Beberapa tahun ini data center server menjadi pembahasan yang ramai, yang sebelumnya data center server bukan merupakan bahasan yang perlu di oprek lebih dalam secara teori, tetapi kebutuhan akan informasi dari pengolahan data center yang baik membuat pakar-pakar jaringan akhirnya memutuskan untuk membahas data center server lebih dalam beserta perancangan data center dalam Infrastruktur TI sendiri. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembangunan, maintenance dan penggunaan data center server adalah sebagai berikut :

    1. Server performance metrics

    Dalam mengukur kinerja dari server diperlukan standar pengukuran yang diakui oleh masyarakat dan vendor-vendor IT, sehingga dibentuklah sebuah konsorsium yang menentukan hal tersebut. SPEC (Standard Performance Evaluation Corporation) Benchmark merupakan standar ukuran kinerja yang telah diakui oleh masyarakat dunia. Aspek yang berpengaruh pada kinerja sistem adalah utilization, latency, throughput, resource efficiency. Faktor yang mempengaruhi kinerja CPU adalah pemakaian cache pada CPU (L1 Cache, L2 Cache, L3 Cache)

    2. Server capacity planning

    Server capacity planning terdapat 2 hal penting, yaitu server sizing dan capacity planning. Server sizing adalah bagaimana melakukan estimasi kebutuhan hardware pada server sesuai kebutuhan dari aplikasi dan aktifitas dari pengguna, contohnya adalah untuk memenuhi 3000 end user, kita membutuhkan 2 load-balanced application server (4 CPU 1,3 GHz & 8 GB RAM) dan satu back-end database server (8 CPU & 10 GB RAM). Capacity planning terdiri dari 2 fase yaitu melakukan tes untuk mengukur utilization dan performance, yang kedua adalah perencanaan harus dapat mendukung beban kerja yang berat. Pengecekan memory secara berkala merupakan hal yang penting setelah server capacity planning dilakukan.

    3. Best practices in IT

    Merupakan hal-hal terbaik yang dilakukan di IT, salah satunya adalah berdasarkan pengalaman dan komunitas IT. Beberapa dari Best practices in IT adalah sebagai berikut:

    a. System Deployment (Mempersiapkan sistem dengan baik)

    b. Power Source (Estimasi pemakaian listrik)

    c. Hardware Maintenance (Maintenance pengkabelan hingga server)

    d. Software Deployment (Mempersiapakan software)

    e. Cluster (Menggunakan sistem cluster bila diperlukan dengan tujuan menghindari terjadinya kesalahan secara keseluruhan, penyimpanan tersebar dan mendukung backup yang lebih baik)

    f. Data Storage (Menggunakan RAID, cluster storage, multiple control)

    g. Network Management Best Practices (Melakukan network analisis yang baik)

    h. Documentation Best Practices (Dokumentasi pada berbagai tahap antara lain metodologi, proposal, hingga diagram)

    Keuntungan dari penerapan best practices adalah

    • Standarisasi (saat best practice telah menjadi standar, pekerjaan menjadi semakin mudah)
    • Dapat mengurangi downtime
    • Konsisten dengan obyek bisnis
    • Kualitas

    3. Server Security

    Keamanan harus diperhatikan, baik keamanan hardware server, software server dan gangguan dari manusia atau alam. Secara umum hal-hal yang perlu diperhatikan pada keamanan server adalah sebagai berikut :

    1. Simplicity (menyederhanakan)
    2. Fail Safe (kesalah tidak menyebar)
    3. Complete Mediation (mediasi dengan pengguna)
    4. Open Design
    5. Separation of privilege (pembagian hak akses)
    6. Update (selalu ada perubahan lebih baik)
    7. Hapus pemakaian file dan aplikasi yang tidak digunakan
    8. Software keamanan bila diperlukan (anti virus, anti malware, anti spam, dll)

    4. Server Administration

    Best practices pada system administration adalah sebagai berikut :

    1. Memperhatikan permasalahan
    2. Log dan dokumentasi yang baik
    3. Cek permasalahan dari yang sederhana (berurutan OSI layer)
    4. Team work yang baik
    5. Otomasi

    Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam otomasi adalah sebagai berikut :

    • Mengumpulkan dokumen
    • Menentukan target
    • Kritik dan saran dari komunitas
    • Improve
    • Simplify
    • Testing

    5. Device Naming

    Penamaan device yang dijelaskan disini yaitu :

    a. NIS (Network Information Service)

    Digunakan menyimpan data profil user dan biasa disebut dengan yellow pages. NIS mengijinkan para pengguna dan aplikasi melalui jaringan untuk menenmukan berkas dan aplikasi dimanapun di sebuah jaringan dengan mengakses server NIS terpusat

    b. NIS +

    Setelah NIS dirasakan memiliki kekurangan pada segi keamanan, SUN mengeluarkan NIS+ yang mendukung pada segi keamanan

    c. DNS (Domain Naming System)

    Merupakan distribute database system yang digunakan untuk pencarian nama komputer (name resolution) di jaringan yang menggunakan TCP / IP. Keuntungan dari pemakaian DNS adalah memudahkan pengguna dalam mengingat IP, penamaan konsisten / tidak berubah, Satu user satu domain. Struktur domain merupakan sebuah hirarki pengelompokan domain berdasarkan nama, yang terbagi dalam beberapa bagian, yaitu : root level domains, second level domains, host names

    d. LDAP (Lightweight Directory Access Protokol)

    Merupakan service direktori yang berjalan pada layer TCP / IP. LDAP adalah sebuah protocol yang mengatur pengaksesan layanan direktori yang dapat digunakan untuk mendeskripsikan berbagai informasi. Fungsi LDAP adalah memberikan hak akses pada direktori. Direktori dapat berisi berbagai informasi (merupakan suatu database tempat penyimpanan data), contoh : direktori dapat berupa phone book

    6. Load Balancing

    Merupakan cara untuk membagi kinerja server yang bertujuan mengurangi beban server. Load balancing dapat berupa software maupun hardware

    Menggunakan software memungkinkan pemakaian virtual server dan virtual IP.

    Keuntungan

    1. Toleransi kesalahan diperhatikan
    2. Layanan lebih baik
    3. Performance
    4. Scalabilitas
    5. Fleksibel
    6. Hemat
    7. Memperhatikan keamanan

    7. Fault Tolerance

    Terdapat standar dari ukuran toleransi kesalahan diatantaranya adalah MTBF (Mean Time Between Failures), MTTDL (Mean Time to Data Loss), MTTDI (Mean Time to Data Inaccessibility). Faktor yang mempengaruhi adalah :

    1. Swap
    2. Sistem pendingin
    3. Power
    4. RAID (Redundant Array of Inexpensive Disks)

    8. RAID

    Merupakan implementasi toleransi kesalahan pada media penyimpanan / disk dengan tujuan mengurangi redundansi data (Akses ataupun proses). RAID dibagi menjadi lima tipe, yaitu RAID 0 (stripping), RAID 1 (mirroring), RAID 2 (humming), RAID 3 (pengecekan disk tunggal dalam kelompok disk, penggunaan sudah lebih dari 3 disk), RAID 4 (pembacaan dan penulisan secara independen), RAID 5 (sebaran data dan paritas ke semua drive)

    Penggunaan RAID pada server sesuai kebutuhan, karena setiap server memiliki spesifikasi yang berbeda. Salah satu contohnya adalah Storage 7000 dari SUN yang memungkinkan pemakaian SATA storage pada server, dan menggunakan SID dalam mengupdate kecepatan akses tanpa merubah pemakaian RAID.

    Oleh : Wildan S (Unkick.wordpress.com)

    Film Merah Putih

    Kata orang film ini merupakan film yang tidak main-main dalam membuatnya, karena didukung oleh profesional dari Hollywood. Film ini juga merupakan salah satu trilogi perjuangan yang akan ditanyangankan, dan menghabiskan dana yang tidak sedikit. Lumayan untuk menghilangankan rindu akan film perjuangan. Tapi setelah saya lihat, film ini tidak sebagus film perjuangan tempo doeloe. Film ini terlalu memberikan nuasansa sekarang dalam segi humor, antara intro dan ending serasa tidak menyatu, meski begitu efek yang digunakan “Black Hawk Down” banget. Terasa aneh malahan, dengan efek lumayan seperti itu, penggunaan latar kurang maksimal hanya didukung efek. Rada kecewa juga ama gembar gembornya yang katanya super Hollywood.

    merah-putih

    Memang film ini merupakan film trilogy, jadi kita tunggu kelanjutan di film kedua dan ketiganya. Sepertinya film trilogi, semakin bertambahnya seri bertambah pula kualitas,  dan semakin luas penggunaan latar dan aktor. Selepas dari kritik diatas, saya salut buat para pembuat film Indonesia yang masih mau membuat film kolosal

    Follow

    Get every new post delivered to your Inbox.