Jejaring Sosial – Asal Tidak Berlebihan

Tidak ada seorangpun yang dapat membatasi keinginan orang lain, tapi juga tidak ada batasan bagi setiap orang untuk hanya bermimpi. Menjadi sesuatu atau bermimpi pun juga tidak ada yang melarang. Hal ini biasa disebut dengan “hak asasi”, meskipun perlu dicermati keseimbangan antara hak dan kewajibawan dalam hal tersebut.

Saat ini orang lebih terlena dengan jejaring sosial, bahkan bukan hanya facebook. Virus jejaring sosial ini telah melanda semua orang, dari anak SD sampe guru besar sekalipun. Parahnya tidak semua orang tau bahwa fungsi aplikasi jejaring sosial yang ada di umum sekarang ini adalah sama. Saya ulangi fungsi semua jejaring sosial adalah sama. Jika kita cermati pula hari ini telah ada Kakao, wechat, ym, facebook, tweeter, instagram, path, chat-on, dsb. Kita perhatikan lebih dalam bahwa disetiap aplikasi tersebut fungsinya sama hanya cara menyajikan yang berbeda, penggunaanpun sama, yaitu status, foto, lagu, video. hehm saya beri garis besar “sama”.

Kecenderungan yang terjadi berbanding terbalik dengan aplikasi yang ada, kecenderungannya yang terjadi malah membikin manusia Indonesia semakin bodoh, bodoh bukan karena bawaan dari lahir. Tetapi bodoh karena kehilangan banyak waktu hanya untuk membaca dan update status atau hal yang lain. Parahnya lagi kebiasaan ini menjadi kebiasaan seperti di dunia nyata, bahkan pertengkaran pun tak jarang disulut dari aplikasi yang menjamur ini. Sehingga banyak hal buruk yang sebenarnya diperoleh dari aplikasi jejaring sosial ini. Antara lain :

  • Membuang waktu
  • Menjadi kewajiban secara tidak sadar, bukannya membuka email tapi malah buka jejaring sosial
  • Gosip, udah pasti
  • Menertawakan orang lain udah biasa
  • Pamer malah jadi makanan sehari hari
  • Menjadikan orang lain iri atau dengki, bisa jadi
  • Kecenderungan untuk membuka Aib diri sendiri dan keluarga
  • Nantinya malah membikin dosa😀
  • Pertengkarang dapat terjadi karena hal ini

Jika anda bertanya apa kelebihannya? anda menjawab “bisa mengetahui informasi saat ini”, iya kalau web berita. Kalau jejaring sosial mah “dapat mengetahui orang lain alias pengen tahu alias KEPO” wkekekekeke. Yup kelebihan yang sedikit dibanding kekurangannya. Jika anda pingin tahu kabar orang lain, cukup TLP and say “hello, how are you?”. Sehingga secara umum jejaring sosial itu mengajarkan kita untuk menjadi pengecut, tidak berani bertemu dengan orang yang kita kenal. Mungkin kata kata saya terlalu kasar, tapi berfikirlah kembali.

Saya juga memiliki akun jejaring sosial, tapi hanya untuk persyaratan saja.😀 sekarang satu akun bisa memiliki banyak hal, liat aja “google”, cukup satu akun. Karena saya memiliki email Gmail, jadi saya memiliki semuanya. Sedangkan facebook, telah saya miliki sejak friendster telah mengaku kalah terhadap facebook. Saya menggunakannya tapi saya tidak berlebihan. Gunakan sepenuhnya dan seperlunya saja karena menjaga anda tidak menyinggung orang lain. Mari saya berikan contoh status di facebook yang sangat berlebihan, meskipun tulisannya sangat sedikit :

  • Mandi dulu ah
  • Galau
  • Hujan diluar
  • ingin bersamamu malam ini
  • senyum selalu
  • anakku sekarang lagi tidak mandi 10 hari karena sakit
  • tidur aja ah, hujan dingin diluar
  • wkekeke dan banyak lagi

Hal-hal berlebihan semacam ini yang menurut saya membuang banyak waktu, bukan hanya karena statusnya saja, tetapi karena waktu yang anda buang untuk menjawabnya, untuk melihat status orang lain, dan untuk membicarakan orang lain. Sebaiknya yang anda perlukan saja, jangan membuang waktu, jangan membuang tenaga, dan jangan berlebihan. Karena berlebihan itu tidak baik, okelah anda say hello ke orang lain tapi seperlunya saja.

2 thoughts on “Jejaring Sosial – Asal Tidak Berlebihan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s