Kontribusi

Pernahkah anda bertanya mengenai kontribusi anda terhadap lingkungan anda? topik yang menjadi pegangan anda? atau kalau orang kebanyakan ngomongnya adalah “fak kamu apa?” wkekekeke, meskipun aku tidak tau apa maksudnya “fak” mungkin fakultas ya?. Orang sering mengatakan itu (“fak”) pada anak yang masih kuliah. Jawaban pertanyaan diatas adalah “boro-boro bertanya, memikirkan aja blum terlintas”.😀

Hal tersebut diatas menjadi kegundahanku saat ini, meskipun tidak sampai dikatakan “galau”, tapi cukup mengganggu tidurku. Sebenarnya kalau saya pikir kontribusi itu tidak harus yang difikirkan kebanyakan orang. Kontribusi itu tidak harus sesuatu yang besar, bahkan menyingkirkan batu di jalan adalah suatu kontribusi terhadap kehidupan. Sehingga muncul pertanyaan baru dalam benakku, “seberapa besar kontribusi anda?”.  Sebenarnya pembahasan ini bisa melebar dalam berbagai aspek, tetapi pada tulisan kali ini hanya saya sempitkan ke dalam lingkup pendidikan. Pendidikan dalam tingkat apapun seharusnya memberi kontribusi pada lingkungan, jadi bagi saya kontribusi tidak memandang anda sekarang SMA, S1, S2, atau S3. Hanya yang jadi pertanyaan adalah “seberapa besar”, itu yang sulit.

Dilain pihak, fenomena yang ada di masyarakat sangat berbeda dengan tujuan dari tulisan ini yang sebenarnya. Dalam anggapan anda mungkin kontribusi orang pendidikan harus di lingkungan pendidikan, tetapi nyatanya pada kehidupan di Indonesia banyak lulusan perguruan tinggi bekerja pada bidang yang tidak sesuai dengan jurusannya. Banyak faktorlah yang menyebabkan hal ini semakin tren. Tapi kontribusi tetap harus anda berikan untuk bidang atau topik kuliah anda.

Beberapa kontribusi yang bisa anda berikan pada kehidupan secara nyata adalah menulis buku, memberikan pelatihan, menulis jurnal, menulis blog, menulis artikel, membuat sistem yang sesuai perubahan saat ini ditinjau dari kuliah yang anda ambil. Yup ternyata banyak sekali kontribusi yang bisa anda berikan, dan anda tidak harus diam jika lingkungan anda bukanlah jurusan yang anda sukai atau bukan jurusan anda. “Roda kehidupan berputar pada jalan yang telah ditentukan, hanya anda sebagai sopir harusnya mengarahkannya”.

Jika anda tidak kuliah, apakah kontribusi anda?. Anda sebaiknya tidak bertanya😀, karena anda bekerja untuk keluarga adalah kontribusi anda terhadap pendidikan. Anda mungkin tidak seberuntung teman anda yang telah kuliah, tetapi dengan anda bekerja dengan etos yang paling baik dan mendidik anak anda dengan baik adalah kontribusi yang paling baik di sisi Allah. Toh pada akhirnya kontribusi anda pada kehidupan bukan dilihat dari anda kaya atau miskin, pandai atau bodoh, berpangkat atau orang kecil, dll. Kontribusi paling akhir adalah bukan kontribusi pendidikan, tetapi kontribusi secara vertikal. hihihihi pendidikan mah cuma “entitas”

Kontribusi pendidikan yang paling penting ya harus dilakukan oleh guru dan dosen, selain itu bukan wajib tetapi harus wkekekeke, gimana jelasinnya ya? “bukan wajib tapi harus” <<<< anda harus berfikir 2 kali untuk mencerna kata disamping.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s