Hujan Mengingatkan Sesuatu

Hujan mengingatkanku pada sesuatu, hujan membuatku terdiam sejenak, hujan seperti mengurungku meskipun sebenarnya hujan membuka fikiranku.

Hari ini turun hujan, dan kebetulan adalah akhir di bulan september. Tidak ada yang berbeda di akhir bulan september, hanya sedikit hujan deras yang memberi jeda pada kemarau tak berujung. Media masa membuat kemarau semakin panas dengan berita yang selalu hiperbola mengenai kemarau. Aku memang tidak akan membahas mengenai berita kemarau atau hujan, yang aku bahas ini adalah suatu perenungan mengenai hujan.

Anda pasti akan merasakan hal yang beda pada setiap kejadian bukan? yah tentu iya. Begitupula dengan hujan, hujan bagiku mengingatkanku pada sesuatu. Dari beberapa orang yang kutanya, mereka juga mengiyakan kesimpulanku. Butuh riset khusus mengenai hal ini😀, yang jelas hujan memberi efek pada hati kita. Entah saat gundah atau kesal, bahagia atau senang. Perasaan yang pasti saat turun hujan adalah “stuck”, yup anda pasti terdiam sejenak jika hujan turun. bukan menunggu untuk hujan berhenti, tetapi hal lain yang tidak pernah anda akui. Bahwa anda akan termenung tentang hal masa lalu atau sesuatu lain yang sebenarnya ada di alam bawah sadar anda tapi sudah lama anda tidak memikirkannya. Beberapa kondisi yang menegaskan teori saya adalah sebagai berikut :

  1. Saat anda pulang kerja dan kebetulan turun hujan, maka anda akan melihat di kaca. Hati anda terasa dingin meskipun anda memperkirakan pulang nanti akan kehujanan. Suasana hati anda berubah drastis
  2. Saat anda berangkat kerja dan kebetulan turun hujan, maka anda akan kesal. Tapi apa yang anda lakukan saat diperjalanan berangkat kerja? anda akan merenung didalam angkot/bis/mobil pribadi anda sendiri dan hati anda terasa dingin
  3. Saat anda tidak kemana mana/ dirumah saja dan kebetulan turun hujan, maka anda merasa teduh dan anda secara refleks tubuh akan langsung tidur atau malah langsung dengan aktif membersihkan rumah.😀
  4. Saat anda mendengar adzan magrib dan anda akan berangkat ke masjid, kemudian turun hujan. Anda akan menahan hati anda untuk bersedih, padahal dalam diri anda anda merasa terharu akan hal ini.
  5. Saat hujan dan anda kebetulan melihat orang kehujanan, entah anda di dalam mobil atau di dalam rumah. Hujannya deras sekali, anda pasti berfikir untuk “berdiri” atau bersemangat karena kondisi orang lain.
  6. Anda dirumah dengan segelas teh dan kebetulan tidak ada tugas dan ditemani hujan, kondisi ini membuat anda merenung lama
  7. Anda di dalam kereta api dalam perjalanan yang panjang, kebetulan turun hujan menjelang sore. Jika anda benar benar merenung akan kekuasan Allah ini, akan mungkin akan terharu.

Tujuh kondisi diatas memang tidak selalu benar, tetapi hal tersebut telah saya tanyakan pada beberapa orang, memang ini bukan penelitian tetapi bisa dijadikan acuan😀. Anda mungkin tidak pernah merasakan hal tersebut, yah mungkin setelah anda membaca tulisan ini anda malah merasakannya. Jika anda merasakan kondisi lain seperti diatas, tuliskan pada comment dihalaman ini😀. BTW sudah cukup ah untuk halaman ini, ending tulisan ini gak usah terlalu dibawah “hati”, gak usah terharu dalam dalam. Karena setiap kejadian apapun adalah petanda bagi anda, anda membaca tulisan ini juga demikian. Heheheheh have a nice day, ty for your time to read this.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s