Distorsi Dalam Dunia Pendidikan

Aku merasa perlu adanya perubahan pada dunia pendidikan, yang saya maksud adalah bukan perubahan materi atau isi dari pendidikan. Tetapi budaya yang ada pada dunia pendidikan. Salah satu founding father negeri ini pun memiliki latar belakang pendidikan, yaitu hatta. Tanpa M Hatta tidak akan ada pertemuan yang membahas mengenai kemerdekaan, tanpa Hatta tidak akan ada yang mendesak jepang untuk segera mengakui kedaulatan RI, tanpa Hatta maka tidak akan ada yang mendiktekan pada Sukarno mengenai teks Proklamasi. Para pendiri negara inipun telah mengetahui bahwa yang memberi dampak sangat signifikan adalah dunia pendidikan, Hatta pula yang telah mengajarkan berbagai ilmu untuk semua kalangan, mulai dari masa pembuangan hingga di mencetuskan proklamasi.

Yang saya tuliskan diatas adalah fakta, tapi mengapa saat ini terdapat distorsi kata pendidikan? mengapa masih banyak yang tidak sekolah pada umur wajib belajar? mengapa masih banyak pengangguran terselubung yang tidak sesuai dengan pendidikannya? mengapa pula pendidikan di Indonesia tidak berkembang pesat? mengapa pula pendidikan Indonesia sekarang kalah dengan negara malaysia yang pada tahun 1980 Indonesia mengirim tenaga pendidik kesana?

Beberapa point dibawah ini mungkin dapat memberi perubahan pada dunia pendidikan.

1. Demokrasi

Demokrasi merupakan hal yang baik, tetapi tak jarang demokrasi malah merusak suatu sistem. Saya lebih setuju jika proses demokrasi bukan hanya musyawarah terus menerus yang tidak menghasilkan apapun, malah menghabiskan dana. Musyawarah di dinas pemerintah adalah dana😀, maka jika rapat dijadwalkan dana juga dikeluarkan wkekekek, tapi bukan itu point yang saya maksudkan. Demokrasi itu sangat sulit, maka jika pemimpin memiliki keputusan yang dianggap benar. Maka dapat dilaksanakan tanpa musyawarah. Saya contohkan pada Suharto, pelita berjalan dengan baik karena ketegasan beliau. Saya bukan pro Suharto, tapi saya juga tidak membencinya. Saya bangga Suharto pernah menjadi presiden RI. Tanpa Suharto tidak akan pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia. Lihat hari ini gonta ganti menteri gak jelas, hanya karena politik antar partai. Jika demokrasi di negara ini masih seperti saat jamannya pak Harto kemungkinan pendidikan juga tetap menjadi tulang punggung pembangunan selain PELITA

2. Korupsi

Runtuhnya pak Harto tidak membuat korupsi itu hilang, tetapi korupsi semakin menjadi karena tidak ada bos besar yang mengaturnya.  Istilahnya berpindah tangan saja, malah sekarang banyak tangan yang memegang negara ini. Saat seperti ini anda tanya pendidikan? ehhmmm sulit untuk menjawabnya. Korupsipun masuk dunia pendidikan, karena dunia pendidikan orangnya pintar pintar,😀 korupsinya pun semakin pintar. Orang pasti sudah hafal dengan anggaran? anggaran pemerintah? dan sebagainya. Sering digunakan alasan untuk memanipulasi uang. Saya tidak mengatakan semua orang di dunia pendidikan, tetapi oknum pendidik. Oknum pendidik itu jumlahnya berapa?😀

3. Media Masa

Media masa sekarang bukan memiliki kebebasan berpendapat, tetapi kebebasan yang tidak ada batasan. Kalo anda lihat berita pagi hari di semua televisi pasti yang dibahas cuma satu topik pada satu waktu, tidak memiliki berita yang dibutuhkan oleh semua orang. Contoh nya saat kebakaran, ya kebakaran yang dibahas sampe seminggu. Saat ada skandal DPR, ya itu aja yang dibahasa selama sepekan. Menurut pandangan saya media masa saat ini tidak memiliki unsur pendidikan sama sekali, tidak seperti TVRI. Dulu ada TPI dan menurut saya TPI adalah benar untuk bangsa Indonesia. Tetapi balik lagi, media masa memandang menyiarkan pendidikan tidak menghasilkan uang. Lebih menghasilkan uang berita yang lagi panas dan sinetron untuk orang tua. Acara untuk anak digantikan dengan acara menyanyi dimana yang menjadi penonton adalah anak usia sekolah yang kemungkinan besar bolos sekolah.

4. Ilmuwan dan Pendidik

Yup saat ini di Indonesia hanya sedikit ilmuwan yang mungkin merasa betah di negara seperti surga ini, orang pintar pada pindah negara wkekekeke . Terus yang memeberi perubahan pada pendidikan siapa? sehingga pendidik yang benar benar merasakan perlu perubahan pada dunia pendidikan perlu berusaha keras untuk merubahnya. Jarang pendidik di tingkat menengah pertama atau menengah atas yang selalu update dengan informasi terkini mengenai dunia pendidikan. Sehingga para pendidik kebanyakan hanya mengikuti peraturan dan materi yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Pendidik perlu selalu upgrade pengetahuan

Sedangkan pendidik di tingkat universitas juga perlu bekerja keras untuk menembel universitas-universitas yang tidak mengajarkan materi perkuliahan semestinya. Akreditasi perkuliahan perlu diperbaiki oleh lembaga yang berdiri sendiri seperti KPK

5. KPK Pendidikan

Perlu adanya lembaga pemeriksa pendidikan,😀 seperti KPK begitulah. Yang melakukan inspeksi ke smua tingkat pendidikan. Lembaga ini harus terpercaya dan berdiri sendiri tanpa campur tangan dari pihak lain. Karena saya merasa pendidikan perlu adanya pengawasan.

6. Status

Pendidik seharusnya tidak mengenal kata PNS atau guru atau dosen, anda bisa menjadi pendidik yang baik dan memberi perubahan di negeri ini jika dan hanya jika anda tidak berorientasi pada uang atau pada status. Pisahkan antara uang dan pendidikan, karena banyak yang masuk PNS untuk tenaga pendidik guru yang membayar dengan dana tertentu beberapa waktu yang lalu, ada pula yang tidak mengeluarkan uang sama sekali dengan kondisi jika dan hanya jika dia memiliki koneksi di lingkungan pendidikan tersebut. “semua orang memiliki jalannya sendiri” maka jalan terbaik bagi manusia adalah jalan yang halal.

7. Budaya

Hal terakhir ini adalah point terakhir dan point paling penting. Budaya pada suatu lingkungan itu yang membuat hasil dari pendidikan. Anda dapat meberikan contoh real pada kehidupan pendidikan anda.

 

Kesimpulan :

Sebagian orang berpendapat bahwa yang paling penting dalam negara itu adalah pendidikan, dan saya setuju dengan hal tersebut. Para pendiri negara ini pun mengakui hal tersebut. Semua hal diatas hanyalah opini dan asumsi karena saya tidak menunjukkan data yang sesuai dengan pernyataan diatas. 7 point diatas yang saya anggap menyebabkan distorsi pada dunia pendidikan, sehingga dunia pendidikan tidak memiliki rantai pada bidang lain di negara ini, atau paling tidak mengendurkan arti dari pendidikan sebenarnya. Kemajuan pendidikan di suatu negara sejalan dengan kemajuan negara itu sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s