Ikhlas

Kata ikhlas memang sulit dimengerti, kadang malah orang dengan mudah mengatakannya tetapi sulit untuk memahami. Cara terbaik untuk mengerti sesuatu adalah dengan merasdefakan sendiri hal tersebut sehingga kita bisa menjelaskan kepada orang lain makna kata ikhlas.

Secara sederhana ikhlas dapat didefinisikan sebagai suatu kondisi dimana kita merasakan hal yang sama antara saat dipuji dan saat dicaci, saat memberi dan saat menerima, saat bekerja dan saat menganggur, saat sehat ataupun sakit, saat kaya ataupun miskin, saat mendapatkan sesuatu atau malah kehilangan sesuatu. Sehingga kita dapat merasakan hal yang sama saat kita memperoleh kebaikan atau keburukan. Hal yang sederhana bukan? tetapi bukan hal yang mudah untuk diterapkan. Ikhlas bukan hanya menerima dengan lapang hati, ikhlas juga bukan hanya legowo, ikhlas juga bukan berarti tidak berusaha.

Saya akan memberikan beberapa contoh ikhlas berdasarkan definisi diatas, yaitu sebagai berikut :

Merasakan hal yang sama saat mempunyai uang dan tidak memiliki uang.
Hal yang paling sulit ditolak oleh manusia kapitalis jaman sekarang adalah uang, sehingga uang dinilai sebagai kebahagiaan. Sehingga tak jarang orang merasa kehilangan sangat, jika mereka tidak memiliki uang. Yup itu asumsi yang menurut saya adalah benar. Pernahkah anda kehilangan uang 100 rb dan anda sangat bersedih? ataukah anda menemukan uang 100 rb dan anda sangat gembira?. Pasti anda akan mengatakannya “iya”. Sekarang yang menjadi pertanyaan, mengapa kita tidak merasakan netral, saat kita merasakan kedua hal tersebut? hal yang perlu anda mengerti adalah “uang sebenarnya bukan milik kita, kita hidup dengan yang menempel pada diri kita. Uang hanya alat dan tidak perlu disesali jika kita tidak memiliki”. Perlu anda sadari bahwa sifat uang itu sebenarnya adalah mengalir.

Merasakan hal yang sama saat menangis dan tertawa
Hal ini merupakan hal yang tidak mungkin bagi kebanyakan orang, tapi mungkin hal ini dapat dilakukan dengan latihan yang benar benar khusus😀. Saya jelaskan dengan sederhana bahwa segala hal yang terjadi pada diri kita adalah takdir, sehingga saat orang menangis dimungkinkan ada orang tertawa, begitupun sebaliknya. Saya tidak menyarankan untuk membuat orang menangis atau membuat orang tertawa. Tetapi bertindaklah sewajarnya jangan terlalu berlebihan, buatlah orang bahagia atas usaha kita. Saat kita menangis mungkin kita akan sadar tentang kata ikhlas, tetapi saat tertawa kita sering lupa dengan kata ikhlas.

Merasakan hal yang sama saat ditolak dan diterima
Sering orang merasa bersedih ketika ditolak melamar pekerjaan atau ditolak menjadi kekasih seseorang😀 wekkekeeke, kalo bagiku itulah seninya hidup. Kalo hidup tidak pernah dikecewakan itu yang sangat berbahaya. Seharusnya semua orang pernah merasakan hal ini dan pasti saat merasakan hal tersebut akan sangat bersedih. Saran saya jika ingin merasakan ikhlas saat anda ditolak akan sesuatu >>> rasakan sajalah itukan takdir. Seharusnya anda bahagia seperti anda diterima pada pekerjaan yang anda inginkan.

Merasakan hal yang sama saat anda gagal dan berhasil
Memang sulit dan sangat sulit, tetapi tetaplah harus anda sadari bahwa manusia adalah kecil dan masih ada yang maha besar. Tidak selayaknya sombong, sombong yang sebenarnya sombong. Bukan sombong yang untuk memberi semangat orang lain. Saat anda gagal anda pasti bersedih, maka nikmatilah… itulah anugerah…. Yang jelas anda telah melakukan hal semaksimal kemampuan anda, maka anda tidak perlu kecewa karena itu yang terbaik bagi anda dari yang Maha Esa.

IKHLAS ADA DI DALAM HATI
Ikhlas ada di didalam hati sehingga tidak bisa diukur dengan kata-kata, saat saya menulis ini pun saya juga masih belajar akan hal ini. Karena saya juga pernah merasakan hal-hal diatas, yang menurut saya adalah normal bagi orang hidup. Sangat anda perlu sadari kata ikhlas tidak bisa diukur. Saat orang mengakui dirinya ikhlas karena Allah maka ikhlas yang ada dalam diri dia perlu dipertanyakan. Ikhlas bukan untuk riya’, ikhlas juga bukan hanya tulisan, melainkan perbuatan dan hati.


IKHLAS ADALAH AWAL DARI KERJA KERAS

Saat kita sudah bisa merasakan ikhlas maka kita otomatis memulai untuk bekerja keras, sebaliknya jika seseorang tidak pernah merasakan ikhlas maka dia akan cenderung kecewa dan menyalahkan orang lain, kemudian dia sendiri tidak berhasil akan sesuatu. Setelah dia tidak berhasil dengan sesuatu, dia akan mengatakan “ini sudah takdir”. SALAH itu semua, yang dimaksud ikhlas, kerja keras dan takdir bukan seperti itu. Tetapi saat kita gagal kita terima dengan ikhlas, saat kita ikhlas maka itu adalah awal kerja keras, dan hasil akhir kerja keras kita, apapun itu hasilnya harus kita terima dengan ikhlas kembali. Baik berhasil atau gagal maka harus kita terima dengan ikhlas. Yakinlah bahwa Allah tidak membebani manusia melebihi batas kemampuannya.

Akhir kata ikhlas bukan kata yang bisa dijelaskan dengan satu halaman blog, ikhlas sangatlah kompleks. ikhlas bukan hanya legowo, bukan hanya menerima kenyataan, bukan hanya dengan mengatakan takdir. Tetapi ikhlas dapat dijelaskan saat kita merasakan kegagalan dan keberhasilan, dan tidak semua orang mampu mengerti kata ikhlas dengan benar (termasuk saya sendiri). Oleh karena itu berlatihlah untuk ikhlas terhadap kehidupan. Jika sulit maka paksakan, karena kita bukan hewan yang menunggu dicambuk untuk menjalankan sesuatu.

TY for your time to read this article

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s