Mengajar Itu Seni Dan Seni Ada Dalam Mengajar

Seni dapat dilihat dari 2 sisi, dari sisi penikmat dan pelaku. Pada tulisan ini adalah pengertian seni dari sisi pelaku. Kebetulan pada tulisan ini pula yang dibahas adalah seni dalam mengajar yang mungkin sebagian orang mengatakan mengajar bukan senišŸ˜€. Tetapi menurutku mengajar adalah seni, entah itu mengajar pada tingkat SD, SMP, SMA atau kuliah. Kebetulan sekali saya pernah mengajar di semua jenjang pendidikan, bidang formal maupun non formal. Sehingga saya menyimpulkan bahwa mengajar adalah seni dan membutuhkan seni untuk mengajar. Saya tidak terlalu bertele tele, mari saya tuliskan beberapa point yang menjelaskan bahwa mengajar merupakan seni.

1. Materi

Dari segi materi kita juga dituntut sekali untuk memahami materi, tidak hanya membaca tetapi memahami. sehingga mahasiswa atau siswa dapat mengerti materi dengan cara apapun. Yaaaa, cara yang dimaksud disini adalah cara yang diberikan oleh dosen atau guru yang memudahkan. Materi juga sangat berhubungan dengan tempat dan kebiasan instansi pendidikan

2. Tempat dan Kebiasaan

Hal ini merupakan hal penting yang sangat mempengaruhi dalam memberikan materi. Berdasarkan pengalaman saya bahwa tempat dan kebiasaan pada instansi yang kita bimbing menjadikan perubahan materi yang tidak sesuai dengan kompentensi sebenarnya. Sering terjadi di perguruan tinggi yang tidak terlalu diperhatikan untuk silabus, berbeda dengan tingkat sekolah yang telah ditata dengan rapi untuk silabus.
Banyak perguruan tinggi tidak memberikan mata kuliah sesuai silabus mata kuliah terkait secara internasional, atau paling ndak secara nasional lah. Ehmmm meskipun tidak semua seperti itu, oleh karena itu perguruan tinggi di indonesia telah ada peringkat, baik untuk perguruan tinggi negeri atau swasta. YAAAAA, secara logika jika tidak masuk peringkat dapat anda pertimbangkan kembali. Saya tidak menjelekkan perguruan tinggi tertentu, tapi memang itu yang telah terjadi di negeri kita ini.
Seninya kita harus mampu beradaptasi dengan lingkungan tersebut dengan tidak meninggalkan materi yang seharusnya (meski sulit).

3. Umur

Dari segi umur juga sudah kelihatan bahwa kita harus beradaptasi dengan psikologis penonton (wekkeke kayak nonton sepak bola aja), jika siswa masih harus dituntun, meski ada perbedaan untuk sd, smp dan sma. Pada kuliah mahasiswa bertanggung jawab untuk dirinya sendiri, dosen dan mahasiswa hanya ada tujuan untuk saling sharing dan belajar. Tetapi dilain itu mereka hidup sendiri sendiri, berbeda dengan siswa yang masih ada ikatan dengan guru.
Kasus yang sangat umum, malah masih banyak perilaku siswa yang dibawah hingga ke mahasiswa. Hasilnya adalah mahasiswa tidak mendapat ilmu dan pengalaman secara maksimal. Yaaah cuma ganti nama saja, tapi isinya SAMA <<< wekkekeke kampus tertentu saja. Contohnya jika ada mahasiswa yang tanya, “pak saya kok dapat D?” <<< lha ini contoh mahasiswa yang berjiwa siswa. Harusnya dia tanya, “pak saya dapat D, apakah ada nilai saya yang jelek?”<<< lha seperti ini rada bener. Jika hanya tanya knapa dapat D, ya dosen gak bisa jawab wong nilainya seperti itu wekkekke. Kalo minta rekap nilai itu baru dewasa.

4. Prinsip

Prinsip hidup anda kadang bersinggungan dengan tempat anda bekerja, tetapi itu bukan masalah. Hanya seberapa besar kita memegang prinsip dan cara kita beradaptasi. jangan terlalu kaku dan tidak terlalu mudah berubah, ya kalo point ini sangat berhubungan dengan point yang lain dan sangat pula berhubungan dengan pengalaman. Jadi point ini sangat memerlukan pengalaman kerja.

5. Hasil dan proses

Yup, yang penting adalah hasil dan proses. Jangan lari dari aturan tetapi memudahkan penonton untuk lebih mudah mengerti. Butuh pemahaman yang dalam untuk “hasil dan proses”. Paling tidak, pendidik itu harus mengerti pentingnya hasil dan proses, sehingga ia mengerti saat kapan kita berorientasi hasil dan saat berorientasi proses. Kalo point ini sangat membutuhkan pemahaman pribadi dari seorang pendidik.

6. PolitikĀ 

Disetiap tempat kita harus bisa beradaptasi dengan iklim politik, karena politik dapat membeli semua point yang sebelumnya saya sebutkan. Kadang orang yang berkompetenpun dapat dimutasi atau diberhentikan, itulah politik wekkekekeke. Bagiku hal ini yang menurutku paling abu abu.
Saya berikan contoh, misalkan ada guru yang ingin menjadi kepala sekolah…. yaaaa pasti ada politik untuk hal tersebut. Jika ada pendaftaran dosen,,,, yaaaaa selalu yang dekat dengan petinggi yang memiliki peluang lebih untuk diterima, meskipun ada yang lebih berkompeten. Malah saya merasa di dunia pendidikan seperti kematian dan kelahiran, satu kerja satu pindah, yaaa seperti itu. Seperti roda berputar. Satu jadi Rektor, satu lagi bersedih karena hanya menjadi Ka bidang tertentu. Yup politik tidak pernah berhenti di dunia pendidikan.

7. Kesimpulan

Semua hal dalam mengajar bagiku adalah seni, seperti kita akan konser. Mahasiswa adalah penonton, dan saya adalah entertainer wkekekek. Sama konsepnya. Sebelum manggung biasanya saya mencari lagu hingga sempurna, termasuk improvisasi. Kalo mengajar kita belajar dengan benar dan sesuai, kemudian kita mengajar di depan kelas. Sangat yang menyenangkan adalah saat kita berada di panggung, saat kita berada di kelas. Semua point yang saya sebutkan diatas adalah seni, karena membutuhkan pemahaman secara umum dan pemahaman secara pribadi untuk menunjang tujuan dari kelas. Malah mengajar lebih besar dari pada hanya konser musik, mahasiswa atau siswa tidak hanya menonton, tetapi bisa langsung sharing. Dan di konser musik kita hanya dilihat dan dilihat.
Kedua hal itu memang beda dengan kesamaan wkekekek ,,, maksudnya? . Saya mengatakan hal ini karena saya telah melakukan semua yang saya tuliskan. jadi saya simpulkan bahwa “mengajar itu seni, dan seni ada dalam mengajar”

2 thoughts on “Mengajar Itu Seni Dan Seni Ada Dalam Mengajar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s