Antara Takdir dan Ibadah Yang Kita Lakukan

Bahwa memang benar terdapat percepatan atau lompatan jika kita melakukan yang sunnah dan menjalankan yang wajib. Mungkin ibadah wajib diperuntukkan bagi manusia sebagai hal wajib bagi manusia yang tidak dimiliki oleh makhluk lain, dan ibadah sunnah mungkin juga😀 diperuntukkan bagi manusia yang ingin mendapat lompatan-lompatan berarti.

Bersyukurlah sebagai manusia karena masih diberi kewajiban oleh Allah, sehingga manusia berbeda dengan makhluk yang lain. Makhluk yang lain tidak memiliki ibadah wajib atau sunnah, mereka hanya tahu takdir yang diberikan kepadanya. Oleh karena itu saya yakin bahwa takdir manusia itu telah ditetapkan tetapi tergantung manusia merubahnya atau tidak.

Aku sadar mungkin ibadahku ada yang kurang atau bagaimana? sehingga ada satu hal yang mungkin sedikit tersendat😀, Insya Allah aku pasti bisa. Ok, kita balik lagi ke topik. Seberapa maksimal kita melaksanakan ibadah, maka mungkin semaksimal itulah hidup kita dunia. Allah telah menjanjikan kaum kafir kebahagiaan di dunia, sehingga jika kita muslim maka sebaiknyalah kita melaksanakan yang wajib dan meninggalkan yang tidak ada tuntunan. Dalam Al Quran telah banyak tertulis “dirikanlah shalat, tunaikannlah zakat, puasa, dll…… Tetapi banyak dari manusia yang tidak melaksanakan hal tersebut, sehingga di lingkungan dia sendiri banyak kesalahan, kekurangan dan ketidak puasan. Karena kita bukan makhluk lain, kita adalah manusia yang diberikan akal, fikiran dan perasaan.

Rumput di halaman merupakan hal kecil bagi manusia, dia bisa menjadi hijau atau coklat. Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah manusia menginginkan rumput warna hijau atau coklat? secara sederhana dapat kita simpulkan rumput berwarna hijau jika kita memberinya air secara teratur, dan jika ingin berwarna coklat biarkan saja tidak terawat atau jangan disiram sama sekali. Yah seperti itulah takdir bagi manusia, dia bisa merubah. Berbeda dengan rumput yang tidak memiliki akal.

Secara umum seperti itu, tetapi apakah ibadah dan usaha dapat merubah takdir yang telah ditetapkan pada kita? itu terserah pembaca memaknainya seperti apa?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s