Lompatan – Lompatan

Mungkin kita pernah mendengar istilah “batu loncatan”? yup benar itu yang akan saya maksudkan pada tulisan ini.

Lompatan atau biasa ada yang menyebut loncatan, merupakan langkah besar dalam bidang kehidupan seseorang. Lompatan bukan berarti berjalan selangkah demi selangkah, bukan berlari yang juga berkonotasi hanya maju kedepan secara cepat pada jalan yang datar. Tetapi lompatan berarti berpindah level, jika lompatan-lompatan berarti perpindahan tingkat yang secara berkelanjutan.

Dalam islam lompatan-lompatan dalam kehidupan telah banyak ditulis oleh penulis motivasi dengan dasar-dasar yang mereka kemukakan. Beberapa lompatan dalam islam adalah tahajud, dhuha, Kerja, menikah, sedekah, ikhlas, dll. Dalam bidang umum lompatan kehidupan dapat berarti kerja keras, tidak mendengarkan orang lain, teguh, konsisten, serius, batu loncatan dll. Memang banyak rumus dari lompatan kehidupan dari banyak penulis, tetapi hanya ada beberapa kesimpulan yang saya tekankan disini.

Kerjakan semua yang telah disimpulkan oleh banyak penulis, karena jika ditarik garis merah pasti segala saran dari penulis motivasi adalah sama. Dan sejak jaman dahulu adalah sama, hanya saja beda cara penyampaian.

Salah satu contoh langkah yang menjadi lompatan adalah istilah “batu loncatan”, menurut saya tidak ada yang namanya batu loncatan. Bagi saya semua jenis kehidupan adalah berarti, sehingga tidak layak satu celah kehidupan dianggap sebagai batu atau batu loncatan. Bagi saya celah kehidupan tersebut memang diperuntukkan untuk kita, maka kerjakan dengan serius. Jika memang anda anggap sebagai batu, maka anda memiliki kemungkinan untuk berhenti karena tidak ingin melompat lagi. Anggap saja jika memang hal tersebut anda anggap sebagai hal kecil, maka jangan anggap sebagai batu loncatan. Anggap saja sebagai takdir yang menuntun anda ke arah lebih baik. Karena yang saya artikan disini bukan hanya materi, melainkan juga pendewasaan diri.

Saya bukan orang yang berpengalaman, sehingga saya menyimpulkan bahwa setiap orang butuh lompatan lompatan dalam hidupnya. Karena jika orang tidak pernah melakukan lompatan maka dia adalah orang yang merugi. Saya juga berhipotesis bahwa setiap orang juga pasti merasakan lompatan tersebut. Tetapi yang jadi permasalahan adalah seberapa besar lompatan tersebut? .

“Barang siapa yang keadaannya hari ini (kualitas hidupnya) lebih baik dari hari kemarin maka dia adalah orang beruntung”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s