Hak dan Kewajiban

saya hari ini akan bercerita mengenai hak dan kewajiban. Mungkin jika mengatakan “hak dan kewajiban”, dalam benak kita akan teringat mata pelajaran saat kita di bangku sekolah dasar. Pada saat itu dan pada saat ini kita juga pasti tidak memberi perhatian pada hal tersebut. kecuali dan kecuali kita merasakan akibat dari kesalahan “hak dan kewajiban”. Prinsip utamanya adalah kerjakan kewajiban dahulu, kemudian menuntut hak. Maka benar jika kita mempertahankan hak jika kita merasa melakukan kewajiban dengan benar Yang terjadi di masyarakat adalah prinsip ini tidak mengakar dengan baik, dikarenakan sejak dari pendidikan dasar hal ini tidak ditanamkan dengan benar, hingga generasi muda menjadi tidak mengerti hal tersebut.

Akibat kegagalan untuk mengakarkan prinsip adalah banyak penyakit sosial dimasyarakat. Jika dapat dibagi, maka penyakit sosial dapat dipisahkan menjadi 2 penyakit utama. yaitu penyakit sosial yang nampak dan penyakit sosial yang tak nampak. Penyakit sosial yang nampak adalah pegawai negeri yang terindikasi korupsi atau menjadi tersangka, penyakit sosial yang tak nampak adalah penyakit yang lebih berbahaya. Penyakit sosial tak nampak biasanya lebih menyebabkan kerugian orang lain yang benar membutuhkan, contonya adalah gaji pegawai yang tidak diberikan secara layak meskipun institusi yang telah memiliki nama. hal ini tidak berdampak pada institusi, tetapi berdampak besar pada pegawai tersebut. nama institusi tidak tercoreng, tetapi pegawai dapat mendapat kesulitan. hak dari institiusi telah terpenuhi, tetapi hak pegwai tidak terpenuhi.

agama islam mengajarkan bahwa :

Tidak ada satu dabbah pun di bumi, kecuali Allah yang menjamin rezekinya (QS Hud 11:6)

Allah telah menganugerahkan kepada kamu segala apa yang kamu minta (butuhkan dan inginkan). Jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak bisa menghingakannya. Sesungguhnya manusia sangat aniaya dan sangat kufur (QS Ibrahin 14:36)

Ayat-ayat diatas menjelaskan bahwa sebenarnya Allah telah memberikan rizki kepada semua makhluk yang bergerak, bagi manusiapun Allah akan memberikan sega yang manusia inginkan. Langkah yang harus dilakukan bagi manusia adalah berusaha dan berusaha. “Binatang pun bergerak untuk mendapatkan rezeki mereka, mengapa manusia tidak berusaha?”

Sekarang apa keterkaitannya ayat tersebut dengan topik yang saya bicarakan?, yup sangat jelas bahwa rezeki telah ditentukan oleh Allah, manusia bekerja untuk mendapatkan rezeki atau hak. Setelah seseorang melaksanakan kewajiban maka secara logika hak harus terpenuhi. Maka akan menjadi dosa besar jika ada manusia yang tidak memberikan hak orang lain, yang bahkan Allah telah menjamin semua rezeki umat manusia.

Sehingga kita dapat menarik kesimpulan kecil bahwa kesalahan konsep hak dan kewajiban menyebabkan kerusakan yang kompleks, meskipun secara nyata hanya berdampak pada satu objek atau orang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s