Keteladanan di Indonesia

Ada yang salah dengan keteladanan di Indonesia, banyak orang malah tidak meneladani orang lain sama sekali. Sebenarnya konsep keteladanan yang membuat peradaban menjadi maju. Salah satu contoh konsep teladan yang baik adalah pada masa Rasulullah, pada saat itu konsep keteladanan dilakukan turun temurun hingga jaman sahabat. Sehingga pada jaman itu Agama dan bidang lain dapat menyatu dengan baik. Tetapi yang terjadi saat ini di Indonesia adalah ada kesalahan dalam pendidikan di negara kita yang menyebabkan konsep keteladanan itu hilang. Pada pendidikan di Indonesia agama dijadikan pelajaran, sehingga pelajaran agama hanya perlu untuk dihafalkan tidak diamalkan. Agama menjadi tidak dapat memayungi kehidupan secara keseluruhan dan akhirnya muncul penyakit masyarakat seperti korupsi, fitnah, mencuri, membunuh, dll.

Indonesia telah mengalami hal ini, sehingga sebagai manusia Indonesia yang sadar karena membaca tulisan saya “mari kita rubah bangsa kita!”. Jadikan agama sebagai payung, cari teladan yang baik di sekitar kita. Paling tidak kita dapat memaksimalkan agama dan konsep teladan di keluarga kita, setelah keluarga adalah teman kita, setelah teman adalah murid-murid kita (saat kita menjadi guru), kemudian pegawai kita (saat kita menjadi pemilik perusahaan), kemudian lingkungan kita, dan akhirnya bangsa kita. Anggap saja setiap orang yang membaca tulisan saya menjadikan agama sebagai payung dan mencari teladan yang baik. Maka Insya Allah Indonesia akan menuju bangsa yang lebih baik. Tidak usah kita berperang melawan penjajah, atau politik, atau penjajahan ekonomi, dll. Lebih baik kita berperang dengan memperkuat internal diri kita dan lingkungan kita. Ini Langkah kecil yang berakibat besar.

Aku bercerita dalam tulisan ini bukan sekedar menulis, tetapi saya merasa hal diatas adalah penyebab negara kita semakin runtuh, korupsi dmana mana, orang pintar selalu berada di luar negeri karena tidak dihargai oleh Indonesia, orang yang tidak mengerti ingin menjadi anggota dewan, pendidikan di sepelekan, birokrasi masih komplek, prinsip pribadi diatas segalanya, dll. Aku merasa sudah tidak ada keteladanan, sehingga saat kita menemukan keteladanan yang baik, maka contohlah diri beliau hingga kamu mendapat ilmu yang berguna.

Saya juga telah memilih teladan saya mulai saya kecil hingga sekarang, antara lain nenek saya, kakak laki laki saya, ibu saya, guru sd kelas 1 saya, guru SMP saya, guru SMA saya, dosen pembimbing skripsi saya waktu kuliah, profesor saya saat menyusun tesis, teman-teman yang telah saya pilih sendiri berdasarkan keahlian dan sikap yang wajib saya tiru. Saya  dari dulu memutuskan mempunyai teladan adalah karena saya tidak pintar dan tidak cerdas, karena teladan tersebut saya hidup hingga sekarang, saya lulus semua sekolah saya, saya mampu bermain musik, saya suka membaca, saya memiliki keinginan untuk belajar agama lebih dalam. Jika kita tidak bisa meneladani Rasulullah, alangkah baiknya kita meneladani dulu orang disekitas kita yang telah mengerti Rasulullah lebih baik dari kita.

Pendidikan Indonesia tidak mengajarkan keteladanan. Anak SD sekarang malah meneladani super hero yagn telah muncul di film atau serial di televisi. Alangkah baiknya jika keluarga kita, kita giring untuk meneladani seseorang bijak di sekitar kita. Insya Allah jika orang di sekitar kita telah menemukan teladan yang baik maka lingkungan kita akan berubah ke arah yang lebih baik. Menurut saya tulisan saya ini tidak bertentangan dengan kata-kata dibawah ini :

“Jangan menunggu contoh baru bergerak mengikuti, tapi bergeraklah, maka kamu akan menjadi contoh yang diikuti” << teman blog saya yang menulis. kata-kata tersebut menurut saya lebih ke arah kreatifitas, sehingga teladan dan kreatifitas berbeda jauh. Bergerak mengikuti maksudnya adalah aktifitas yang baru yang akan diikuti orang lain. Kata-kata ini lebih cocok untuk dipakai dalam bisnis atau seni.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s