Perpaduan Prinsip Mungkin Lebih Baik

Suatu saat anda akan merasakan suatu moment, disaat anda sibuk dengan sesuatu atau lagi sedang asik asiknya. Ada tanggung jawab keluarga menginginkan anda. yaaaaaaaaah memang tidak semua orang. Tapi bagi orang yang memiliki sosial harusnya juga mendahulukan hal tersebut. Mungkin di hidup saya yang dapat saya abaikan adalah game (karena game merupakan hiburan setiap orang) dan mendahulukan pekerjaan yang telah saya kerjakan selama berbulan bulan, tapi jika ada keluarga atau sodara yang membutuhkan bantuan saya pasti aku akan datang kesana, meskipun tidak 100% aku menanggapinya, ehm skitar 90% lebih. Akhirnya mungkin sampe malam atau pagi aku mengerjakan sesuatu yang tertunda sebentar tadi. Aku memang tidak begitu pandai atau aku mengakui aku tidak begitu bakat, tapi orang orang yang disekitarku adalah orang hebat, sehingga aku belajar dari mereka, berfikir dari yang mereka fikirkan, sehingga aku berkembang karena orang didekatku. Aku ingat kata-kata profesorku (kapan-kapan aku jadi profesor : D amiin) yang berkata “mending konsentrasi di satu kota dulu, setelah kota ini selesai kamu bisa ke kota lain”. Ungkapan langsung terhadap permasalahan, meskipun aku mengganggap itu adalah suatu ungkapan yang tidak langsung dan dapat diartikan pada berbagai bidang kehidupan. Intinya selesaikan dulu satu kemudian kerjakan yang lain. Profesor saya ini mungkin tidak sadar jika beliau mengatakan hal itu, tetapi hal ini menjadi satu ungkapan yang tersimpan dalam prinsipku, melengkapi prinsipku yang lain. prinsipku yang lain adalah “Yang meminta bantuan kepadamu dialah saudara terdekatmu”. Sehingga jika kedua ungkapan tersebut saya simpulkan maka dapat berarti “jika seseorang meminta bantuan kepadamu, bantulah secepatnya agar kamu bisa mengerjakan pekerjaan lain yang telah kamu rencanakan”.

Jika dilihat dari prinsip yang dipegang dari kedua individu ini, yaitu beliau dan saya. Beliau merupakan orang yang perfeksionis dan konsisten, dan saya menghormati orang yang seperti ini. Saya merupakan orang yang lebih sosial meskipun aku tidak terlalu bisa bergaulšŸ˜€ ya begitulah. Intinya banyak yang kudapat dari orang ini.. Kayak langit dan bumi lah wkekekekeek masih jauh, aku perlu belajar tidak hanya akademik, melainkan yang terbentang di hadapanku.Selepas dari itu prinsip dapat berubah, dan tidak selalu kita sadari. Prinsip juga tidak hanya satu, kadang lebih dari satu dan tetap tersimpan didalam kepala sampai permasalahan baru muncul. Sehingga jika balik ke paragraf awal maka prinsip ini yang aku gunakan untuk menyelesaikan moment tersebut.

^^V (Thanks For This Day)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s