Sepatuku Dicuri

Memang benar judul yang saya tulis diatas, tetapi tidak benar kalo anggapan anda sepatu saya sekarang sudah hilang. Ada cerita yang patut dibaca untuk dijadikan pelajaran pada cerita yang saya tuliskan dibawah ini.

Kebetulan hari ini adalah hari senin, dan hari senin adalah waktu saya untuk mengajar di salah satu perguruan tinggi di malang. Seperti biasa saya berangkat pagi dan pulang sore. Tetapi ada yang lain pada hari ini, yaitu suatu kejadian pada saat makan siang. Pada jam makan siang saya langsung pergi ke masjid untuk sholat berjamaah, setelah sholat berjamaah ada ceramah atau kultum dan memang selalu ada kultum setelah sholat dhuhur. Setelah sholat duhur ternyata takmir mengumumkan sesuatu yaitu ” jamaah yang kehilangan sepatu harap ke pos satpam masjid”. Pada saat itu saya tidak berfikir bahwa saya menjadi korban. Ternyata pada pada saat keluar masjid, saya sadar kalau saya yang menjadi korban yang dapat bonus uang 2 milyar (wkekekke), maksudnya yang menjadi korban kehilangan sepatu.

Langsung saya cari, tapi tidak ketemu. Akhirnya saya tanya takmir dibantu mahasiswa saya, kebetulan sekali pada waktu itu ada mahasiswa saya cangkrukan di dalam mesjid. Kemudian saya dipertemukan oleh mahasiswa saya ke takmir. Takmir mengantar saya ke pos, saat menuju pos dia bercerita bahwa terjadi pencurian sepatu, dan pencurinya telah ketemu dan digebukin orang banyak. Saat ketemu satpam ternyata sepatu dijadikan barang bukti di pos, akhirnya saya mengajar dengan sandal yang dipinjami takmir.

Pulang mengajar saya langsung ke pos satpam, dari pos satpam saya diantar ke kantor polisi. Saya juga diceritai oleh satpam mengenai kejadian pencurian di kampus, salah satunya sepatu. Sampai kantor polisi saya diberi pilihan diproses atau dimaafkan. Kemudian saya berdiskusi dengan satpam, kemudian pak polisi berdiskusi juga dengan saya. Setelah beberapa menit diskusi akhirnya saya memutuskan untuk memaafkan.

Setelah pulang saya berboncengan dengan satpam, takmir juga ikut ke pos polisi. Diperjalanan satpam bercerita ke saya bahwa pemimpin kampus tidak memberi perhatian ke pada satpam secara penuh. Menyuruh satpam menangkap maling, tetapi saat ditangkap tidak dilihat, dijenguk atau ditanya, paling tidak tlp malingnya dmana? atau apa ke?

Pelajaran :

Bagi Tersangka : jangan mencuri lagi lah

Bagi Korban : selalu ada sesuatu di setiap kejadian

Bagi Satpam : teruskan usaha dan kerja keras anda meski tidak dihargai penuh oleh instansi, tugas adalah tugas

Bagi Polisi : teruskan kebijakan dalam mengerjakan tugas

Bagi Takmir : usaha anda melindungi warga masjid adalah terbaik

Bagi Instansi / rektor / pemimpin : hal kecil yang dilakukan oleh satpam/pekerja lain perlu diperhatikan, sms atau tlp sebentar atau ucapan terima kasih saja dapat meningkatkan mental pekerja

Menjadi renungan :

jadi pemimpin itu sulit, perhatikan secara mikro dan makro untuk wilayah yang anda pimpin. Saat saya menjadi pemimpin saya akan memperhatikan pengalaman saya ini. Bagi saya kejadian hari ini adalah pelajaran untuk saya dan pembaca.

ADA MAKNA DI SETIAP KEJADIAN

4 thoughts on “Sepatuku Dicuri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s