Tujuan Harus Jelas

Tujuan yang saya bicarakan disini adalah suatu keinginan. Saya beranggapan bahwa tujuan merupakan keinginan yang diyakini dan berasalah dari hati yang terdalam. Tujuan sebenarnya bukan target, target lebih menitik beratkan pada sesuatu yang harus dicapai pada kondisi tertentu, dan hal tersebut harus dicapai, jika tidak dicapai maka ada hukuman atas kegagalan tersebut. Tujuan lebih sederhana tetapi lebih dalam, sehingga jika kita membicarakan tujuan maka tidak ada hukuman jika kita tidak mencapai tujuan.

Tujuan yang saya maksud disini harus jelas adalah jika kita memiliki tujuan, maka harus jelas kapan tujuan tersebut tercapai, hari apa?, tanggal berapa?, dimana?, warna apa?, dengan siapa?, barang yang seperti apa?, dapat dukungan dari siapa?, dll. Mungkin kita akan sulit jika menjelaskan tujuan kita secara detil seperti itu. Oleh karena itu akan saya jelaskan metode yang sederhana yang dapat menjelaskan prinsip “tujuan harus jelas”

Contoh sederhana adalah seorang anak yang suka main game, ia tidak pernah main game tertentu yang telah dimainkan teman-teman yang lain. Pada suatu ketika teman-temannya memulai game baru, sebut saja DOA (Dragon Of Atlantis), dia tidak pernah maen game ini. Tetapi dalam keinginan dia yang terdalam, dia memiliki keinginan untuk mengalahkan teman-temannya dalam game tersebut. Karena teman-teman yang lain juga masih memulai daftar server baru, dia berfikir bahwa dia mampu jika membuat account atau memulai game secepatnya pada server baru bersama teman-teman. Secara tidak sadar teman-temannya tidak tau kalau dia juga bermain.

Selang beberapa waktu, atau tepatnya seminggu kemudian teman-temannya telah diserang oleh orang tak dikenal pada game tersebut sebanyak lebih dari 100 kali. Dan mereka mulai pesimis untuk melanjutkan game tersebut, pada saat yang bersamaan dia atau peran utama ini datang ke komunitas. Dengan santai dia mengatakan bahwa “kalian gak tau ya? kalau yang menyerang kalian itu aku?”, sontak teman-temannya kaget.
Dia membuktikan bahwa “sesuatu yang dia inginkan seminggu sebelumnya benar-benar terjadi”, karena dia yakin bahwa dalam seminggu akan menyerang teman-temannya

Contoh lain adalah saat kita akan ujian kita akan belajar giat, karena memang tau ujian telah di deadline. Sehingga dengan cara apapun kita belajar sebelum deadline tersebut.

Contoh ketiga adalah anak kecil yang membayangkan sepeda, dan ia benar-benar menginginkannya. Akhirnya selang beberapa saat orang tua dia membelikan sepeda, padahal anak kecil ini belum minta. memang contoh ini sedikit diluar kemampuan yang dapat dilihat

Contoh keempat adalah seorang pegawai swasta yang menginginkan jadi manajer pada umur 35, tetapi apa yang terjadi di malah menjadi manager pada umur 32. Hanya dengan menentukan tujuan secara jelas pada umur 35. Mobilnya pun hampir sesuai bayangan dia, beda sedikit tidak terlampau jauh dari keinginan yang dia bayangkan

Contoh kelima adalah seorang siswa yang ingin mengikuti ekskul, di berfikir bahwa pada kelas 2 ia akan dapat mengikuti ekskul sesuai keinginannya, meski dia tidak memasang target dengan pasti tetapi dia menentukan tujuan dengan pasti, sehingga keinginan dia terkabul dengan cara yang dia tidak tau, meskipun sebenarnya dia telah mengusahakannya secara tidak sadar.

Contoh paling sederhana adalah saat kita menentukan tujuan untuk sampai ke sekolah, kampus, atau tempat kerja pada jam tertentu, misalkan pada jam 7 pas. Maka secara tidak sadar, tubuh kita akan bergerak dan berproses untuk sampai tujuan pada jam 7 pas. Berbeda jika kita jauh sebelum berangkat kita telah berfikiran terlambat. Maka itulah yang terjadi, karena kita telah membayankan bahwa tujuan kita adalah terlambat.

Kesimpulan : Sebenarnya segala tujuan intinya harus jelas, dan harus bersungguh – sungguh, atau dengan kata lain semua tujuan harus dari hati, jika dari hati maka secara otomatis tujuan tersebut jelas. Jika tujuan tersebut jelas maka tekad dan usaha akan mengikuti.

Keinginan>Peluang>Tujuan Jelas>usaha yang berorientasi pada tujuan>doa>usaha

Contoh-contoh diatas pasti banyak yang mengalami, dan jika direnungkan lagi maka terdapat kesamaan dari cerita tersebut. Semoga sedikit cerita ini dapat membantu pembaca untuk berubah.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s