Suatu Pekerjaan Diibaratkan Menggelindingkan Batu

Semua pekerjaan atau hal yang memerlukan usaha untuk mendapatkan sesuatu dapat diibaratkan menggelindingkan batu, saya teringat tulisan teman saya yang berada di Bali pernah menulis pada tulisan kecil, yaitu keterkaitan antara batu dan pekerjaan meskipun tidak dijelaskan secara detil pada tulisan tersebut. Pada tulisan ini akan saya jelaskan hal tersebut berdasarkan contoh-contoh sederhana.

Saya adalah siswa SMA yang akan melaksanakan ujian nasional kelulusan, sudah 6 bulan saya mempersiapkan hal tersebut, mulai dari les hingga beli buka. Tugas tugas saya kerjakan semua dari guru, tetapi selama 2 bulan atau kurang dari 4 bulan menuju ujian nasional aku masih merasa blum dapat mengerjakan ujian nasional. Apa yang salah denganku? padahal aku mengerti dan sudah bisa meraba soal-soal yang akan dikeluarkan.

Saya adalah seorang lulusan sarjana dan aku tidak memperoleh pekerjaan apapun selama aku lulus selama 6 bulan ini, aku tau bahwa aku bisa bekerja pada lokasi tertentu, karena banyak temanku yang telah melakukan hal tersebut, temanku juga banyak yang menawariku, aku yakin aku bisa kerja, karena aku bisa. Tapi mengapa aku tidak bekerja hari ini?

Aku seorang anak kecil yang ingin bermain bersama teman-teman di depan rumah, aku tau caranya bermain. Aku juga sudah hafal setiap gerakan yang harus kulakukan saat aku berada disana, aku sudah pasti bisa karena aku ahlinya. Tapi aku merasa sulit untuk keluar dari rumah, bagaimana caranya aku bisa bermain ya?

Aku seorang tukang bccak aku tau caranya menjadi kaya, aku tau caranya mencari uang setiap hari, aku tau caranya mengimbangi hidup dunia dengan akhirat, aku tau aku bisa seperti orang lain, paling tidak seperti temanku yang juga seorang tukang becak. lalu knapa aku skarang tidak bisa kaya? bahkan seperti temanku yang satu profesi saja aku juga tidak bisa menandinginya?

Aku seorang ibu rumah tangga, aku ingin berwirausaha, aku tahu caranya, aku bisa membuat produk-produk tertentu. aku bisa menjadi agen dari penjual yang lain, aku tau caranya, semua ada dikepalaku, tapi bagaimana ya? aku tetap seperti ini.

Aku sama seorang ibu rumah tangga seperti paragraf diatas😀😀 hehehh sama, tapi aku sudah berwirausaha😛. Tapi permasalahannya mengapa aku tidak bisa sebesar orang lain. Aku memiliki catering pernikahan dan setiap waktu aku menjadi event organizer, tetapi mengapa tidak banyak orang mengenalku?

TAU JAWABAN DARI PERMASALAHAN TERSEBUT ?

Karena mereka sama-sama tidak memulai, emamng memulai sesuatu itu seperti menggelindingkan batu besar. Pada awalnya sangatlah berat tetapi setelah diungkit maka batu serasa ringan karena kita tinggal menggelindingkan saja.

Terus mengapa ada yang sudah memulai tapi tidak seberhasil orang lain?

Karena batu yang kita gelindingkan tadi tidak kita arahkan, kita atur putarannya, jangan terlalu cepat, jangan terlalu lambat, tapi sampai tujuan.

Terus mengapa ada yang sudah mati matian untuk berhasil tapi sulit berhasil?

Karena batu yang sudah kita olah tadi tidak kita tentukan tujuan batu itu sampai dimana.

 

NB : untuk itu anda renungkan hari ini, anda sekarang sampai mana?

2 thoughts on “Suatu Pekerjaan Diibaratkan Menggelindingkan Batu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s