Debat Mega Di TV One oleh kadin 22 mei 2009

Debat presiden yang dipersembahkan oleh kadin tanggal 22 mei 2009 menunjukkan bahwa mega tidak memiliki IQ diatas rata2 alias xxsensorxxx capres presiden yang laen…. mohon teman teman yang memiliki pendapat sama tentang debat mega kemaren ikut menulis di blog ini. yang paling mengena adalah kata kata “Padahal kan sebetulnya sama sama satu rumah, ini saya diberi pertanyaan gampang gampang susah, menurut saya masing masing orang lah, sudah cukup itu saja!” saat mega diminta masukan untuk presiden sby jk sebelum masa jabatan berakhir…… Wah ini bener bener lucu tapi ini juga bukan dagelan soalnya banyak orang yang liat nih,,,,,, sebenarnya aku tidak terlalu menggubris politik, tapi setelah liat keadaannya tanggal 22 mei. Emang bener apa yang dikatakan Youtube tentang mega, dan memang bener apa yang dikatakan facebook tentang mega ” say no to mega”!.

3 thoughts on “Debat Mega Di TV One oleh kadin 22 mei 2009

  1. suci

    sejak mbah mega muncul jd presiden dulu sy bener22 nggak habis pikir kok bisa ya pada milih si mbah. Atas dasar apa,bisa-bisanya kesalahan22 fatal yg pernah dilakukannya tidak bisa membuka mata hati dan pikiran orang22 yg mendewakannya. Ngundang IMF semua tahu, jual aset22 negara bukan rahasia, jual gas tangguh muraaahh bgt itu juga jaman si mbah. Apalagi dialog Pak Prabowo di tv one tadi (23Mei2009), pak Prabowo bilang : meskipun mah mMega berbicara tidak dg bahasa akademik dan tidak dg bahasa intelektual tp kita semua ngerti yg dimaksudkan adalah ekonomi kerakyatan yag mandiri dan berazas gotong royong. Lho ngeri nggak Capres kok gitu sih. capek deh !

    Reply
  2. padma

    Setuju, dagelan kenyataan politik emang seruuu bgt. kemaren-maren Mubarok (sorry tampilannya saja nggak enak dilihat), dilanjutkan dg Mata-mata PKS, partai terlucu di musim pemilu kali ini, partai agama kok ngomongnya nggak sopan (ngatain golkar berkhianat), mencla-mencle (ngancam keluar koalisi eh merapat lagi, anget kali). Berikutnya Partai Banteng Ketaton, yg rajin menyerang incumbent, eh saat ditanya kok kayak akrab, bilangnya koalisi besar is masa lalu. Dan kini entah apa alasannya, tampil deh seperti nggak ada apa-apa. Tapi berhubung ini Indonesia siapapun memang bisa saja menang, orang yang memilih dg benar2 mikir kan jumlahnya begitu sedikit,sedangpun yg dikira mikir kayaknya pikirannya juga nggak bagus-bagus amat, terbukti toh waktu dialog capres dg Kadin kemaren. Capres2 ternyata bisa nervous banget ya kalau berhadapan dengan rakyat yg berdaya kayak Kadin begitu, terbukti dari kata-katanya ada yg sok istilah-istilah melulu, lupa konsep yg telah disusun, ketawa yag dipaksakan. Malu lho aku sbg kaum yg pernah sekolah. Kalau di depan wong cilik ngomong sih memang lebih gampang, hajar saja dg sembako, kredit usaha, pendidikan dan kesehatan gratis. Tapi presiden harus ok juga dong ngomong sama wong gedhe, wong gedhe rakyat juga dong, dan justru yang bisa berperan lebih banyak untuk ikut membangun bangsa.

    Reply
  3. indrawati

    sudah bukan jamannya lagi memilih presiden dr keturuan presiden jg kharismatik.negara ini perlu presiden yg cerdas.cermat.tenang dlm menghadapi masalah,piterima dunia internasional.kita hrs realitis bagaimana dunia sekarang ini jg penting negara maju rakyat aman sejahtera

    unkick : “setujuuuuuuuuuuuuuuuuu”

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s