Telat, bom atom kehancuran waktu

Telat bagiku seperti bom atom, satu ledakan kecil memicu ledakan kecil laen di udara, ledakan kecil laen di udara, ledakan kecil laen di udara, dan seterusnya. Sebagai contoh seorang manusia datang telat hari ini pada jam kerja, selanjutnya temannya juga datang telat pada jam kerja setelah dia. Teman yang laen berfikir sama, wah gimana nie yang laen telat masak gua ndak telat. Pikir orang terakhir ini ndak keren ah. Akhirnya orang terakhir memutuskan untuk telat. Lengkap deh efek bom atom yang terjadi pada waktu bagian barat.
Kalo ndak ada yang memulai, gimana efek ini bisa berhenti? . Aku sangsi kalo orang penting seperti Presiden, atau kepala departemen pemerintahan dapat menghentikan efek ini. Ini ndak akan berhenti, telat adalah budaya, telat seperti makan kacang di malam hari bersama kekasih (enak sekali kan ? ). Aku ingat pernah bersama temenku waktu kuliah pernah taruhan, pokoknya yang telat traktiran (kami emang bedua gila, wong rekreasi kami berdua adalah mencoba wc di seluruh fakultas brawijaya hingga ke wc rektorat, temenku ini masih ingat gak ya? ). Intinya telat udah menjadi budaya, menjadi kehidupan, kalo bisa kita tak menjadi bagian bom atom kehancuran waktu. (Emange aku kalo datang ndak telat ya ? heheheheheh need y’r comments )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s