pengertian statis

Statis dan Dinamis

Posted on

Pada dasarnya manusia itu tidak statis, tetapi selalu berubah. Maka jika ada “manusia yang tidak berubah adalah orang yang merugi”. Yang jelas berubah kearah lebih baik. Jika kita membahas kata arah lebih baik, maka akan sangat panjang dan berliku (:D ehehhe ). Jadi kita hanya membahas mengenai statis dalam kehidupan manusia. Pengertian statis pun tidak akan kita bahas disini, ahai

Zat cair selalu mengalir dari tempat yang tinggi ketempat yang lebih rendah, tetapi dapat sebaliknya, yaitu dari tempat yang rendah menuju ke tempat yang tinggi. Jika kita membayangkan pasti zat cair lebih sulit bergerak dari tempat yang rendah ke tempat yang tinggi, bahkan tidak mungkin. Manusia layaknya seperti air, meskipun tidak bisa disamakan dengan air. Tetapi sifat yang ada di alam dapat dijadikan pelajaran oleh manusia. Kelebihan manusia adalah merubah yang tidak mungkin menjadi mungkin, jika air tentu saja tidak mungkin berfikir untuk membalikkan arus. Manusia mampu melakukan hal tersebut, tergantung dia ingin atau tidak, bukan mampu atau tidak. Saya ulangi, “ingin atau tidak”, ya seperti itu memang.

Sekarang mari kita renungkan jika anda seorang siswa atau mahasiswa, sekilas orang lain pasti akan memandang tidak ada perubahan dalam 3 tahun, karena tentu saja anda masih bersekolah atau kuliah. Pandangan orang seperti itu adalah pendangan sempit. Perubahan tidak dilihat dari status atau lingkungan tempat anda hidup atau bekerja. Sebenarnya jika anda di linkungan pendidikan, maka anda sangat beruntung karena dipastikan anda akan mendapat ilmu setiap tahun. Jadi perubahan akan selalu anda temui.

Yang jadi permasalahan jika anda bekerja sebagai buruh atau pegawai yang selalu berkutat dengan satu bidang, saya tidak bermaksud menjelekkan pekerjaan tertentu atau memandang rendah. Hal yang menjadi penting adalah orang-orang yang berada di lingkungan statis akan tetap statis jika dia tidak melakukan perubahan pada dia sendiri. hehmmm mengerti kan? maka kesimpulannya jika orang yang berada di linkungan statis tetapi dia adalah orang yang selalu berubah maka dia adalah orang hebat.

Saya sendiri kebetulan suka perubahan ahahahhahahai, meskipun sebagian orang tidak menganggap sebagai perubahan. Menurut saya perubahan dapat anda lakukan saat anda berada dimanapun. Yang penting adalah bagaimana cara anda untuk menafsirkan segala sesuatu yang anda temui. Entah anda mengerti atau cuma angin lewat saja dengan kehidupan anda sebelumnya. Jika anda berubah ke arah lebih baik maka itu adalah takdir, begitupula sebaliknya. Maka Ketentuan telah ditentukan, tetapi kita dapat merubahnya dengan tangan kita sendiri, sehingga kita mendapat nasib yang kita inginkan, dan takdir baik menyertai kita.

Kata statis berlawanan dengan dinamis, jika statis adalah tetap maka dinamis adalah berubah. Jadilah orang yang dinamis. Dinamis dan statis tidak hanya identik dengan kaum muda, orang berumur 50 tahun pun harus mengerti konsep dasar ini. Ibarat magnet, umur berapapun anda, anda akan tetap menarik kutub yang berlawanan. Seperti itulah dogma, sulit untuk hilang. Karena menurut saya, yang menjadikan kita tua adalah kita sendiri. Sedangkan umur anda hidup di dunia, sebenarnya tidak lebih dari sejam jika dibandingkan jika kita hidup akhirat.

Kemarin aku bertemu dengan seseorang yang menggunakan kata statis, dengan mengatakan kepada saya, “jangan statis, sebulan dua bulan saja tidak masalah, tetapi lebih dari 6 bulan anda di tempat ini, maka anda tidak berkembang dan hanya menjadi orang statis”. Kata-kata tersebut mengindikasikan bahwa yang mengerti kemampuan kita adalah orang lain, maka kita tidak berhak mengukur kita tidak mampu atau kita mampu. Yang harus kita lakukan hanya berusaha untuk berubah. Tentu saja kita semua mengharap perubahan ke arah yang paling baik. Amiiin

Mungkin anda bertanya kepada saya, “apa yang telah anda lakukan untuk berubah kearah yang lebih baik?”, hahahhahahahah jawaban saya pastilah “Yang anda baca sekarang ini adalah bentuk perubahan saya”. ehheheh Tq for read”