Tag Archive: Budaya


Beberapa bulan yang lalu aku pergi ke Makasar, kebetulan ada kakakku yang sekarang bekerja disana. Aku tidak akan bercerita bagaimana betapa bahagianya saat bertemu keluarga dan memang itu tidak perlu dituliskan. Aku akan bercerita kondisi masyarakat makasar. Berdasarkan beberapa waktu tersebut saya dapat menyimpulkan, meskipun tidak dengan riset yang pasti, hanya berdasarkan pengamatan. Beberapa hal tersebut dapat dituliskan kedalam point sebagai berikut :

  • Warga Makasar mempunyai sikap ibadah yang kuat

Warga Makasar sangat rajin beribadah saat adzan maka banyak dari mereka yang pergi ke masjid dan meninggalkan pekerjaan sejenak tidak seperti di Jawa. Meskipun tidak semua mendidik anak-anaknya untuk cepat bisa belajar mengaji. Jika di jawa banyak dari anak TK sudah bisa baca Al Quran, di Makasar lebih sedikit.

  • Warga Makasar suka bekerja dan mencari nafkah

Mungkin iklim Makasar yang menyebabkan hal tersebut, karena di iklim yang panas kinerja juga ikut terpacu. Makasar lebih panas dari pana Surabaya di saat malam, lebih tepatnya lebih gerah. Tidak jarang dari warga makasar yang memiliki pekerjaan lebih dari satu

  • Warga Makasar lebih banyak yang Kaya dan berkecukupan

Akibat dari banyak pekerjaan dan senang bekerja maka banyak warga makasar yang berkecukupun, sehingga mobil atau barang mewah lain adalah lumrah untuk digunakan.

  • Warga Makasar konsumtif

Yang menarik karena banyak yang berkecukupan warga makasar lebih konsumtif dari pada masyarakat di jawa, hal ini didukung pula oleh kebiasaan warga makasar untuk memiliki lebih dari pada yang telah dimiliki oleh saudara, tetangga atau teman. Sehingga terjadi persaingan yang terus menerus dalam kehidupan di makasar.

  • Kehidupan sosial warga makasar tergolong baru

Baru disini yang saya maksud sedikit terlambat dari pada jawa, tetapi ritme atau perubahan di makasar sangatlah cepat, dari awal mula sedikit sepeda motor hingga makasar menjadi macet

  • Pembelian secara masiv

Salah satu contoh adalah motor, jumlah motor di makasar terhitung bertambah sangat cepat, sehingga kedewasaan menggunakan kendaran bermotor juga belum 100% sempurna. Sehingga terjadi banyak masalah dengan lalu lintas

  • Macet

Lebih macet dari pada Surabaya, karena jalan akses kebanyakan cuma satu, misal dari goa akan ke bandara, jalur tidak sebanyak di Surabaya dan Jakarta yang begitu banyak jalur alternatif. Sehingga menimbulkan masalah lain.

  • Kecelakaan

Saat ini kecelakaan di Makasar adalah lumrah untuk setiap harinya, mengingat kondisi diatas atau belum dewasanya dalam menggunakan kendaraan bermotor

KESIMPULAN :

Beberapa point tersebut akhirnya menunjukkan bahwa kehidupan makasar cepat berubah dengan ritme yang cepat, meskipun ada kecenderungan tertentu yang jarang dilakukan di Jawa. Uang cepat mengalir di makasar, sehingga makasar cepat berkembang. Mall dan tempat hiburan marak, sehingga ke depan sangat prospek sebagai hunian meskipun harus berfikir dua kali untuk cuaca makasar yang begitu gerah. Tetapi melihat kondisi secara umum yang bisa saya katakan mengenai makasar adalah :

ISLAM YANG TOP, PEDAGANG SUKSES DAN KAYA, PERUBAHAN CEPAT TIDAK DIIMBANGI DENGAN PENEMPATAN DAN PEMANFAATAN HASIL DENGAN BAIK, HASILNYA ADALAH KECELAKAAN DAN MACET YANG TIDAK TERSELESAIKAN. JIKA SEDIKIT SABAR DAN BISA MENERIMA MAKA SAYA YAKIN WARGA MAKASAR AKAN LEBIH BAIK DAN BERHASIL. KARENA BANYAK DARI WARGA MAKASAR SUDAH MELAKSANAKAN PERINTAH AGAMA DENGAN BAIK, YANG TIDAK BANYAK DILAKSANAKAN OLEH WARGA WARGA DI JAWA, YAITU

SHOLAT BERJAMAAH DAN BERDAGANG

nb : Ini hanya sepenggal ceritaku mengenai makasar, yang menurutku di masa depan kota ini akan menjadi besar dan sangat2 besar jika ritme terus begini. Tidak bermaksud SARA atau menyinggun warga makasar, ini kutulis karena aku menyayangi Indonesia dengan keanekaragamannya, yang menurutku Indonesia adalah Surga Dunia. Harta karun makasar bukan sumber daya alam atau tempat pariwisata, melainkan kehidupan warga makasar itu sendiri.

Telat, bom atom kehancuran waktu

Telat bagiku seperti bom atom, satu ledakan kecil memicu ledakan kecil laen di udara, ledakan kecil laen di udara, ledakan kecil laen di udara, dan seterusnya. Sebagai contoh seorang manusia datang telat hari ini pada jam kerja, selanjutnya temannya juga datang telat pada jam kerja setelah dia. Teman yang laen berfikir sama, wah gimana nie yang laen telat masak gua ndak telat. Pikir orang terakhir ini ndak keren ah. Akhirnya orang terakhir memutuskan untuk telat. Lengkap deh efek bom atom yang terjadi pada waktu bagian barat.
Kalo ndak ada yang memulai, gimana efek ini bisa berhenti? . Aku sangsi kalo orang penting seperti Presiden, atau kepala departemen pemerintahan dapat menghentikan efek ini. Ini ndak akan berhenti, telat adalah budaya, telat seperti makan kacang di malam hari bersama kekasih (enak sekali kan ? ). Aku ingat pernah bersama temenku waktu kuliah pernah taruhan, pokoknya yang telat traktiran (kami emang bedua gila, wong rekreasi kami berdua adalah mencoba wc di seluruh fakultas brawijaya hingga ke wc rektorat, temenku ini masih ingat gak ya? ). Intinya telat udah menjadi budaya, menjadi kehidupan, kalo bisa kita tak menjadi bagian bom atom kehancuran waktu. (Emange aku kalo datang ndak telat ya ? heheheheheh need y’r comments )

Aku buka bersama dengan temenku yang baru pulang dari amerika, dia sudah nikah dan pasangannya merupakan warga negara turki. Banyak sebenerne cerita yang didapat seh. Pokoknya intinya meskipun agama islam di setiap tempat, tapi budaya masih sangat melekat dan sulit untuk dihilangankan.

Salah satunya adalah budaya di turki yang mewajibkan imam haruslah ada jenggot dan berkopiyah, meskipun bacaan dan agamanya tidak seberapa baek. heheheh ( kalo disini itu lebih dikenal dengan teroris). Ada lagi aneh, yaitu di turki meski habis sholat jumat langsung ke pacuan kuda adalah lumrah (iya kan jadinya impas setelah sholat langsung buat dosa). Di turki makan pake tangan kanan atao tangan kiri adalah biasa, makan di kursi sambil kaki ditaruh diangkat dikursi adalah biasa. Yang jelas di turki ndak ada yang namanya nuwun sewuuuuuuuuuuuuuuu. adanya ya NO PROBLEM BOS…. Kalo aku liat temenku ama pasangannya itu seperti koboian sama jawa ngoko ndak jadi, hasilnya ya gitu harus sabar dan penuh pengertian. smangat!

Yang jelas budaya sangat mempengaruhui tidak hanya agama saja, mending kita di indonesia yang masih ngerti unggah ungguh, wong kata temenku itu ada suku di afganistan yang menganut agama islam tapi peudofilia adalah biasa dan merupakan kebanggaan, dan masih banyak cerita laen sebenere dari temen temene di tempat kuliah, kerja dia itu. tapi kalo diceritain semua ya kapan kapan wae…..

Katae temenku, “agama ya agama pacuan kuda tetep jalan, agama ya agama budaya ya budaya !!!!!!!

[EMANG BUDAYA KEBANYAKAN NGALAHIN AGAMA]“.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.