Category: Opini & Tulisanku


Ada yang salah dengan keteladanan di Indonesia, banyak orang malah tidak meneladani orang lain sama sekali. Sebenarnya konsep keteladanan yang membuat peradaban menjadi maju. Salah satu contoh konsep teladan yang baik adalah pada masa Rasulullah, pada saat itu konsep keteladanan dilakukan turun temurun hingga jaman sahabat. Sehingga pada jaman itu Agama dan bidang lain dapat menyatu dengan baik. Tetapi yang terjadi saat ini di Indonesia adalah ada kesalahan dalam pendidikan di negara kita yang menyebabkan konsep keteladanan itu hilang. Pada pendidikan di Indonesia agama dijadikan pelajaran, sehingga pelajaran agama hanya perlu untuk dihafalkan tidak diamalkan. Agama menjadi tidak dapat memayungi kehidupan secara keseluruhan dan akhirnya muncul penyakit masyarakat seperti korupsi, fitnah, mencuri, membunuh, dll.

Indonesia telah mengalami hal ini, sehingga sebagai manusia Indonesia yang sadar karena membaca tulisan saya “mari kita rubah bangsa kita!”. Jadikan agama sebagai payung, cari teladan yang baik di sekitar kita. Paling tidak kita dapat memaksimalkan agama dan konsep teladan di keluarga kita, setelah keluarga adalah teman kita, setelah teman adalah murid-murid kita (saat kita menjadi guru), kemudian pegawai kita (saat kita menjadi pemilik perusahaan), kemudian lingkungan kita, dan akhirnya bangsa kita. Anggap saja setiap orang yang membaca tulisan saya menjadikan agama sebagai payung dan mencari teladan yang baik. Maka Insya Allah Indonesia akan menuju bangsa yang lebih baik. Tidak usah kita berperang melawan penjajah, atau politik, atau penjajahan ekonomi, dll. Lebih baik kita berperang dengan memperkuat internal diri kita dan lingkungan kita. Ini Langkah kecil yang berakibat besar.

Aku bercerita dalam tulisan ini bukan sekedar menulis, tetapi saya merasa hal diatas adalah penyebab negara kita semakin runtuh, korupsi dmana mana, orang pintar selalu berada di luar negeri karena tidak dihargai oleh Indonesia, orang yang tidak mengerti ingin menjadi anggota dewan, pendidikan di sepelekan, birokrasi masih komplek, prinsip pribadi diatas segalanya, dll. Aku merasa sudah tidak ada keteladanan, sehingga saat kita menemukan keteladanan yang baik, maka contohlah diri beliau hingga kamu mendapat ilmu yang berguna.

Saya juga telah memilih teladan saya mulai saya kecil hingga sekarang, antara lain nenek saya, kakak laki laki saya, ibu saya, guru sd kelas 1 saya, guru SMP saya, guru SMA saya, dosen pembimbing skripsi saya waktu kuliah, profesor saya saat menyusun tesis, teman-teman yang telah saya pilih sendiri berdasarkan keahlian dan sikap yang wajib saya tiru. Saya  dari dulu memutuskan mempunyai teladan adalah karena saya tidak pintar dan tidak cerdas, karena teladan tersebut saya hidup hingga sekarang, saya lulus semua sekolah saya, saya mampu bermain musik, saya suka membaca, saya memiliki keinginan untuk belajar agama lebih dalam. Jika kita tidak bisa meneladani Rasulullah, alangkah baiknya kita meneladani dulu orang disekitas kita yang telah mengerti Rasulullah lebih baik dari kita.

Pendidikan Indonesia tidak mengajarkan keteladanan. Anak SD sekarang malah meneladani super hero yagn telah muncul di film atau serial di televisi. Alangkah baiknya jika keluarga kita, kita giring untuk meneladani seseorang bijak di sekitar kita. Insya Allah jika orang di sekitar kita telah menemukan teladan yang baik maka lingkungan kita akan berubah ke arah yang lebih baik. Menurut saya tulisan saya ini tidak bertentangan dengan kata-kata dibawah ini :

“Jangan menunggu contoh baru bergerak mengikuti, tapi bergeraklah, maka kamu akan menjadi contoh yang diikuti” << teman blog saya yang menulis. kata-kata tersebut menurut saya lebih ke arah kreatifitas, sehingga teladan dan kreatifitas berbeda jauh. Bergerak mengikuti maksudnya adalah aktifitas yang baru yang akan diikuti orang lain. Kata-kata ini lebih cocok untuk dipakai dalam bisnis atau seni.

Suatu saat anda akan merasakan suatu moment, disaat anda sibuk dengan sesuatu atau lagi sedang asik asiknya. Ada tanggung jawab keluarga menginginkan anda. yaaaaaaaaah memang tidak semua orang. Tapi bagi orang yang memiliki sosial harusnya juga mendahulukan hal tersebut. Mungkin di hidup saya yang dapat saya abaikan adalah game (karena game merupakan hiburan setiap orang) dan mendahulukan pekerjaan yang telah saya kerjakan selama berbulan bulan, tapi jika ada keluarga atau sodara yang membutuhkan bantuan saya pasti aku akan datang kesana, meskipun tidak 100% aku menanggapinya, ehm skitar 90% lebih. Akhirnya mungkin sampe malam atau pagi aku mengerjakan sesuatu yang tertunda sebentar tadi. Aku memang tidak begitu pandai atau aku mengakui aku tidak begitu bakat, tapi orang orang yang disekitarku adalah orang hebat, sehingga aku belajar dari mereka, berfikir dari yang mereka fikirkan, sehingga aku berkembang karena orang didekatku. Aku ingat kata-kata profesorku (kapan-kapan aku jadi profesor : D amiin) yang berkata “mending konsentrasi di satu kota dulu, setelah kota ini selesai kamu bisa ke kota lain”. Ungkapan langsung terhadap permasalahan, meskipun aku mengganggap itu adalah suatu ungkapan yang tidak langsung dan dapat diartikan pada berbagai bidang kehidupan. Intinya selesaikan dulu satu kemudian kerjakan yang lain. Profesor saya ini mungkin tidak sadar jika beliau mengatakan hal itu, tetapi hal ini menjadi satu ungkapan yang tersimpan dalam prinsipku, melengkapi prinsipku yang lain. prinsipku yang lain adalah “Yang meminta bantuan kepadamu dialah saudara terdekatmu”. Sehingga jika kedua ungkapan tersebut saya simpulkan maka dapat berarti “jika seseorang meminta bantuan kepadamu, bantulah secepatnya agar kamu bisa mengerjakan pekerjaan lain yang telah kamu rencanakan”.

Jika dilihat dari prinsip yang dipegang dari kedua individu ini, yaitu beliau dan saya. Beliau merupakan orang yang perfeksionis dan konsisten, dan saya menghormati orang yang seperti ini. Saya merupakan orang yang lebih sosial meskipun aku tidak terlalu bisa bergaul :D ya begitulah. Intinya banyak yang kudapat dari orang ini.. Kayak langit dan bumi lah wkekekekeek masih jauh, aku perlu belajar tidak hanya akademik, melainkan yang terbentang di hadapanku.Selepas dari itu prinsip dapat berubah, dan tidak selalu kita sadari. Prinsip juga tidak hanya satu, kadang lebih dari satu dan tetap tersimpan didalam kepala sampai permasalahan baru muncul. Sehingga jika balik ke paragraf awal maka prinsip ini yang aku gunakan untuk menyelesaikan moment tersebut.

^^V (Thanks For This Day)

Sedikit Permintaan

Ya Allah aku yakin Muhammad adalah utusanmu
Manusia dengan sifat terbaik di alam semesta
Maka ijinkanlah aku mempelajari sifat Beliau
JIka memang aku tidak mengerti dan tidak mampu
Maka berilah aku kekuatan untuk mempelajari 6 sifat para sahabat
Iman, Sholat, Ilmu dan dzikir, Ikrom, Ikhlas, Tafriqul Auqot
Dan ijinkanlah aku meniru para sahabat
Layaknya ash-Shiddiq Abu Bakar
Yang membawa kebenaran dan membenarkan (az-Zumar : 33)
Yang menjadi pelindung harta bagi orang lain (HR. Bukhari dan Muslim)
Seperti Umar bin Khattab
Yang mampu menyelesaikan perkara
Yang berani kepada segala hal
Yang mampu mengakui kesalahan
Yang menjalankan pemerintahan dengan baik
Yang menjauhkan pemborosan
Yang setan pun takut mendengar derap langkahnya
Seperti Ustman bin Affan
Yang memiliki 2 cahaya
Seperti Ali Bin Abi Thalib
Yang teguh dalam pendirian
Yang pantang mundur dalam membela prinsip dan sikap

Ya Allah jauhkanlah cobaan yang aku tak kuat memikulnya
Jauhkanlah dariku cobaan-cobaan yang telah kau berikan pada Sahabat
Dan jauhkanlah cobaan-cobaan yang kau berikan pada orang sebelum aku
Ya Allah berikanlah aku kebahagiaan, kekayaan, kesehatan, ilmu, waktu
Agar lebih mampu mensyukuri nikmat yang telah kau berikan kepadaku

Amiin

Malang – 1 April 2012

 

Sepatuku Dicuri

Memang benar judul yang saya tulis diatas, tetapi tidak benar kalo anggapan anda sepatu saya sekarang sudah hilang. Ada cerita yang patut dibaca untuk dijadikan pelajaran pada cerita yang saya tuliskan dibawah ini.

Kebetulan hari ini adalah hari senin, dan hari senin adalah waktu saya untuk mengajar di salah satu perguruan tinggi di malang. Seperti biasa saya berangkat pagi dan pulang sore. Tetapi ada yang lain pada hari ini, yaitu suatu kejadian pada saat makan siang. Pada jam makan siang saya langsung pergi ke masjid untuk sholat berjamaah, setelah sholat berjamaah ada ceramah atau kultum dan memang selalu ada kultum setelah sholat dhuhur. Setelah sholat duhur ternyata takmir mengumumkan sesuatu yaitu ” jamaah yang kehilangan sepatu harap ke pos satpam masjid”. Pada saat itu saya tidak berfikir bahwa saya menjadi korban. Ternyata pada pada saat keluar masjid, saya sadar kalau saya yang menjadi korban yang dapat bonus uang 2 milyar (wkekekke), maksudnya yang menjadi korban kehilangan sepatu.

Langsung saya cari, tapi tidak ketemu. Akhirnya saya tanya takmir dibantu mahasiswa saya, kebetulan sekali pada waktu itu ada mahasiswa saya cangkrukan di dalam mesjid. Kemudian saya dipertemukan oleh mahasiswa saya ke takmir. Takmir mengantar saya ke pos, saat menuju pos dia bercerita bahwa terjadi pencurian sepatu, dan pencurinya telah ketemu dan digebukin orang banyak. Saat ketemu satpam ternyata sepatu dijadikan barang bukti di pos, akhirnya saya mengajar dengan sandal yang dipinjami takmir.

Pulang mengajar saya langsung ke pos satpam, dari pos satpam saya diantar ke kantor polisi. Saya juga diceritai oleh satpam mengenai kejadian pencurian di kampus, salah satunya sepatu. Sampai kantor polisi saya diberi pilihan diproses atau dimaafkan. Kemudian saya berdiskusi dengan satpam, kemudian pak polisi berdiskusi juga dengan saya. Setelah beberapa menit diskusi akhirnya saya memutuskan untuk memaafkan.

Setelah pulang saya berboncengan dengan satpam, takmir juga ikut ke pos polisi. Diperjalanan satpam bercerita ke saya bahwa pemimpin kampus tidak memberi perhatian ke pada satpam secara penuh. Menyuruh satpam menangkap maling, tetapi saat ditangkap tidak dilihat, dijenguk atau ditanya, paling tidak tlp malingnya dmana? atau apa ke?

Pelajaran :

Bagi Tersangka : jangan mencuri lagi lah

Bagi Korban : selalu ada sesuatu di setiap kejadian

Bagi Satpam : teruskan usaha dan kerja keras anda meski tidak dihargai penuh oleh instansi, tugas adalah tugas

Bagi Polisi : teruskan kebijakan dalam mengerjakan tugas

Bagi Takmir : usaha anda melindungi warga masjid adalah terbaik

Bagi Instansi / rektor / pemimpin : hal kecil yang dilakukan oleh satpam/pekerja lain perlu diperhatikan, sms atau tlp sebentar atau ucapan terima kasih saja dapat meningkatkan mental pekerja

Menjadi renungan :

jadi pemimpin itu sulit, perhatikan secara mikro dan makro untuk wilayah yang anda pimpin. Saat saya menjadi pemimpin saya akan memperhatikan pengalaman saya ini. Bagi saya kejadian hari ini adalah pelajaran untuk saya dan pembaca.

ADA MAKNA DI SETIAP KEJADIAN

Tujuan Harus Jelas

Tujuan yang saya bicarakan disini adalah suatu keinginan. Saya beranggapan bahwa tujuan merupakan keinginan yang diyakini dan berasalah dari hati yang terdalam. Tujuan sebenarnya bukan target, target lebih menitik beratkan pada sesuatu yang harus dicapai pada kondisi tertentu, dan hal tersebut harus dicapai, jika tidak dicapai maka ada hukuman atas kegagalan tersebut. Tujuan lebih sederhana tetapi lebih dalam, sehingga jika kita membicarakan tujuan maka tidak ada hukuman jika kita tidak mencapai tujuan.

Tujuan yang saya maksud disini harus jelas adalah jika kita memiliki tujuan, maka harus jelas kapan tujuan tersebut tercapai, hari apa?, tanggal berapa?, dimana?, warna apa?, dengan siapa?, barang yang seperti apa?, dapat dukungan dari siapa?, dll. Mungkin kita akan sulit jika menjelaskan tujuan kita secara detil seperti itu. Oleh karena itu akan saya jelaskan metode yang sederhana yang dapat menjelaskan prinsip “tujuan harus jelas”

Contoh sederhana adalah seorang anak yang suka main game, ia tidak pernah main game tertentu yang telah dimainkan teman-teman yang lain. Pada suatu ketika teman-temannya memulai game baru, sebut saja DOA (Dragon Of Atlantis), dia tidak pernah maen game ini. Tetapi dalam keinginan dia yang terdalam, dia memiliki keinginan untuk mengalahkan teman-temannya dalam game tersebut. Karena teman-teman yang lain juga masih memulai daftar server baru, dia berfikir bahwa dia mampu jika membuat account atau memulai game secepatnya pada server baru bersama teman-teman. Secara tidak sadar teman-temannya tidak tau kalau dia juga bermain.

Selang beberapa waktu, atau tepatnya seminggu kemudian teman-temannya telah diserang oleh orang tak dikenal pada game tersebut sebanyak lebih dari 100 kali. Dan mereka mulai pesimis untuk melanjutkan game tersebut, pada saat yang bersamaan dia atau peran utama ini datang ke komunitas. Dengan santai dia mengatakan bahwa “kalian gak tau ya? kalau yang menyerang kalian itu aku?”, sontak teman-temannya kaget.
Dia membuktikan bahwa “sesuatu yang dia inginkan seminggu sebelumnya benar-benar terjadi”, karena dia yakin bahwa dalam seminggu akan menyerang teman-temannya

Contoh lain adalah saat kita akan ujian kita akan belajar giat, karena memang tau ujian telah di deadline. Sehingga dengan cara apapun kita belajar sebelum deadline tersebut.

Contoh ketiga adalah anak kecil yang membayangkan sepeda, dan ia benar-benar menginginkannya. Akhirnya selang beberapa saat orang tua dia membelikan sepeda, padahal anak kecil ini belum minta. memang contoh ini sedikit diluar kemampuan yang dapat dilihat

Contoh keempat adalah seorang pegawai swasta yang menginginkan jadi manajer pada umur 35, tetapi apa yang terjadi di malah menjadi manager pada umur 32. Hanya dengan menentukan tujuan secara jelas pada umur 35. Mobilnya pun hampir sesuai bayangan dia, beda sedikit tidak terlampau jauh dari keinginan yang dia bayangkan

Contoh kelima adalah seorang siswa yang ingin mengikuti ekskul, di berfikir bahwa pada kelas 2 ia akan dapat mengikuti ekskul sesuai keinginannya, meski dia tidak memasang target dengan pasti tetapi dia menentukan tujuan dengan pasti, sehingga keinginan dia terkabul dengan cara yang dia tidak tau, meskipun sebenarnya dia telah mengusahakannya secara tidak sadar.

Contoh paling sederhana adalah saat kita menentukan tujuan untuk sampai ke sekolah, kampus, atau tempat kerja pada jam tertentu, misalkan pada jam 7 pas. Maka secara tidak sadar, tubuh kita akan bergerak dan berproses untuk sampai tujuan pada jam 7 pas. Berbeda jika kita jauh sebelum berangkat kita telah berfikiran terlambat. Maka itulah yang terjadi, karena kita telah membayankan bahwa tujuan kita adalah terlambat.

Kesimpulan : Sebenarnya segala tujuan intinya harus jelas, dan harus bersungguh – sungguh, atau dengan kata lain semua tujuan harus dari hati, jika dari hati maka secara otomatis tujuan tersebut jelas. Jika tujuan tersebut jelas maka tekad dan usaha akan mengikuti.

Keinginan>Peluang>Tujuan Jelas>usaha yang berorientasi pada tujuan>doa>usaha

Contoh-contoh diatas pasti banyak yang mengalami, dan jika direnungkan lagi maka terdapat kesamaan dari cerita tersebut. Semoga sedikit cerita ini dapat membantu pembaca untuk berubah.

 

Negeri 5 menara merupakan film yang diadaptasi dari novel, merupakan kehidupan di Indonesia yang dilihat dari sisi keseharian yang sesuai dengan kebudayaan di Indonesia. Sebenarnya film ini mungkin belum selesai, karena arti dari 5 menara di film ini adalah 5 menara yang ada di negara tertentu, tentu saja Monumen Nasional ada disana. Tapi yang saya tulis di sini adalah bukan resensi film negeri 5 menara, tetapi fenomena yang sebenarnya ada di Indonesia atau lebih tepatnya 5 perkara yang marak di Indonesia.

1. Korupsi

Korupsi merupakan perkara yang wajar di Indonesia, bahkan anak SMA diajarkan untuk korupsi, salah satunya melalui organisasi OSIS. Memang tidak semua anggota pengurus OSIS melakukan korupsi, tetapi paling tidak ada peluang untuk belajar organisasi, dan peluang terbuka lebar untuk korupsi. Hal ini sudah mendarah daging hingga tingkat yang lebih tinggi, hingga kasus yang marak di Indonesia. Malah pernah Presiden Indonesia terindikasi korupsi. Salah satu contoh sederhana seorang guru ditugaskan untuk menjadi seksi konsumsi untuk sebuah acara, dan hal yang sudah biasa menjadi rahasia umum yaitu memperoleh laba dari pemesanan makanan. :D , mungkin tidak semua orang guru melakukan ini, tetapi kebanyakan orang telah mengerti hal ini.

Mengapa korupsi ?

Jawabannnya adalah karena banyak kondisi ekonomi masyarakat tidak layak, atau tidak sesuai kondisi minimum yang seharusnya dari sebuah kehidupan seorang guru, dokter, tentara atau yang lain.. Jadi memang korupsi tidak sepenuhnya salah dari aktor korupsi tersebut, melainkan KONDISI LINGKUNGAN, KONDISI EKONOMI, KEBIASAAN, PELUANG2Premanisme

2. Kemacetan

Hal selanjutnya adalah kemacetan, karena di Indonesia juga merupakan hal biasa jika ada kemacetan baik di Jalan tol, jalan raya, jalan kampung atau malah gang :D (macet oleh mobil yang parkir atau tukang siomay wkekeke). Hal ini merupakan hal yang wajar, dan juga tidak salah pemerintah saja, jika kemacetan merupakan hal yang biasa. Salah satu penyebabnya adalah kebiasaan pengguna jalan dan kedewasaan pengguna jalan. Memang hal ini merupakan hal yang sulit dirubah. Tetapi peran aktif pemerintah perlu dan sangat perlu dilakukan salah satunya adalah dengan memperlebar jalan, memperhatikan titik titik yang macet, sehingga lebih bijaksana jika menganggarkan secara cepat untuk menyelesaikan kemacetan.

Polisi juga tidak salah sepenuhnya, polisi telah berusaha memperbaiki kemacetan, meskipun tidak banyak pendapat yang menjelaskan  bahwa ada polisi kok tambah macet ya? :D . Tetapi polisi telah menjalankan tugasnya dengan baik.

Sehingga kerja sama dari berbagai pihak adalah solusi terbaik mengatasi kemacetan
3. Bencana oleh Alam

Bencana alam merupakan hal yang wajar di Indonesia, entah karena manusia di Indonesia yang banyak melakukan kesalahan atau memang kondisi alam di Indonesia. beberapa bencana oleh alam yang terekam dalam ingatan saya adalah wabah jangkrik, tsunami, wabah ulat bulu, pohon banyak yang tumbang.

contoh di atas saya tulis berdasarkan urutan waktu kejadian bencana, bencana banjir dan tanah longsor adalah hal biasa di Indonesia. Contoh diatas merupakan bencana luar biasa yang terjadi di Indonesia, dan mungkin alam menunjukkan sesuatu pada warga Indonesia tetapi tidak semua orang mengetahuinya arti dari setiap kejadian alam.

4. Premanisme

Premanisme di Indonesia adalah tergolong rapi, dan banyak yang tidak mengetahui premanisme di Indonesia telah tumbuh subur. Salah satu yang mencolok adalah jukir, yang saya maksud di sini adalah tukang parkir. :D ? mengapa?

1 motor = 1000, 1 mobil = 2500, jika satu hari ada 150 motor dan 50 mobil, berapa total pendapatan hari itu seorang jukir?

1 bulan x gaji diatas, berapa ?

Misalkan lahan basah untuk jukir adalah PDAM, Telkom, PLN, POS, Bioskop, Cafe, Restoran. Anda bisa menebak sendiri bukan setiap hari berapa kendaraan yang parkir pada tempat-tempat tersebut?

Tentu saja jika dibandingkan dengan guru honorer hal tersebut sangat jauh, mungkin malah guru PNS kalah juga dengan jukir. Saya pernah dengar obrolan jukir di warung di surabaya yang menegaskan bahwa dia mendapat hasil perminggu adalah 2 juta rupiah jika ditotal satu bulan adalah 4 juta rupiah. <<<<<<<<<<<<<<<

Bayangkan gaji Guru 4A dikalahkan oleh jukir yang (maaf) tidak semua adalah lulusan sarjana. Ini cuma salah satu fenomena premanisme.

Pertanyaan : mengapa jukir jarang terlihat kaya, atau paling tidak memiliki rumah sepantasnya seperti PNS dengan gaji yang lebih besar dari PNS?

Jawabannya adalah seberapa besar manfaat, ridho pelanggan, pahala jika pelanggan merasa tidak iklas karena parkir 1 menit dengan bayar 1000 rupiah?. Sehingga ada orang bilang barokah,< maka istilah ini yang menjadi jawaban dari pertanyaan tersebut.

5. Tidak Menjalankan Agama

Perkara terkahir adalah semakin besar warga negara yang meninggalkan nilai agama, bahkan di institusi pun hal tersebut dilakukan dengan alasan hal ini merupakan budaya di institusi sehingga tidak dapat di tinggal untuk beribadah. Sungguh mengenaskan. Perkara kelima ini merupakan jawaban dari 4 perkara sebelumnya.

Sehingga jika ingin memperbaiki atau menghilangkan keburukan yang terjadi, maka alangkah baiknya jika semua warga berusaha memperbaiki perkara yang ke 5, yaitu kembali ke nilai-nilai Agama

Ini cerita mengenai 5 dan 5 / lima dan lima / five and five (wekekeke). Sebenere ini merupakan suatu mimpi yang pernah aku mimpikan duluuuuuuuuuuuu kala, mungkin setahun atau 2 tahun lalu, dan baru saya ingat lagi hari ini pas aku sholat jumat. Pada sholat jumat tersebut khotib mengatakan ” Ada suatu jaman, dimana orang orang mengerjakan 5 dan melupakan yang 5″ dan menurut yang saya dengar ini merupakan salah satu hadist. Tapi blum saya pelajari ini hadist kuat atau lemah, soalnya pak khotib ndak menjelaskan dengan benar :D .

Intinya mengerjakan 5 dan meninggalkan yang 5 adalah :

  1. Mengejar dunia dan melupakan akhirat
  2. Sibuk melapangkan rumah dan melupakan melapangkan kubur
  3. Sibuk dengan diri sendiri dan melupakan Allah
  4. Sangat senang dengan istri, anak dan melupakan bidadari, kenikmatan di akhirat
  5. Mengenai amalan yang mengalir

Aku sebenarnya juga sangsi tentang kotib ini, soalnya yang kutau hidup sebelum mati, muda sebelum tua, lapang sebelum sempit, sehat sebelum sakit, kaya sebelum miskin >>>>>>

Aku juga belum tanya ke tuh kotib, maklumlah tidak di wilayah hidupku atau di kotaku atau dikampungku, jadi aku gak bisa bertanya lebih banyak, seharusnya kalau kita ceramah atau mengajarkan sesuatu paling tidak sumbernya harus dijelaskan. Supaya orang yang mendengarkan tidak salah mengartikan, atau malah gak yakin seperti aku ini. :D . Mungkin pembaca sekalian ada yang tau yang dikemukaan kotib ini sumbernya dimana?

Saat Kita Memulai

Halangan terberat adalah saat kita akan memulai

Keinginan yang besar juga berbanding lurus dengan kesulitan yang ada

Begitupula kendala saat melakukan start

Tidak ada pohon besar yang tinggi yang tidak tertiup angin

Tidak ada keinginan yang besar dengan kesulitan kecil

Seperti mendorong batu awalnya sulit

Selanjutnya tinggal kita menggelindingkan dia

Kesulitan tidak seberat yang dipikirkan

Karena ada jalan setelah kesulitan

Karena ada bahagia setelah kesusahan

Memang ini pepatah klasik

Tapi tidak akan menjadi klasik

Lebih rumit dan modern

Saat kita tidak melakukannya

Pekerjaan yang baik sebenarnya berorientasi pada proses, menjadi kesalahan bila hari ini banyak yang melakukan hal tertentu dengan target pasti tanpa menjadwalkan proses yang baik. Salah satu contohnya adalah perusahaan-perusahaan yang ada di indonesia sekarang selalu mengharuskan target tanpa mengerti pewagai melakukan proses. Orang tua menginginkan anaknya menjadi juara 1, tetapi mereka tidak mengerti bagaimana anak mereka mendapatkan nilai itu dari mana? dengan kata lain mereka tidak mengerti proses anaknya belalajar. Ada lagi contoh, seorang guru mewajibkan siswanya untuk mendapat nilai baik, tetapi tidak mengamati siswa mencotoh saat ujian atau dengan kata lain tidak menegur.

Yang benar adalah kita harus menentukan target tetapi juga harus menjadwalkan proses. Proses yang terbaik menghasilkan hasil yang terbaik, proses tidak baik menghasilkan hasil yang buruk.

Contoh proses yang buruk adalah, koruptor, pencuri, penganiaya, penjambret. Mereka tidak bersalah saat mereka lahir, tetapi proses yang mereka lakukan saat kecil hingga mereka memiliki profesi itu yang salah. Tidak smua dari mereka bercita cita seburuk itu bukan? yang paling berpengaruh pada proses adalah lingkungan dan diri mereka sendiri. Bisa jadi waktu kecil mereka suka mencontoh, mengambil barang kecil tanpa pengetahuan orang lain atau orang tua. Sehingga kebiasan kecil yang mereka lakukan sejak kecil menjadi darah daging hingga mereka tua kelak.

Sebaliknya jika kita melihat seorang yang berhasil, profesor, artis, atau ustad. Mereka melakukan proses yang baik, mungkin juga proses tersebut tidak mereka sadari. Sebagai contoh belajar pada waktu kecil untuk mendapatkan nilai A, suka bernyanyi waktu kecil, suka menulis waktu kecil, atau suka belajar agama. Akhirnya proses yang mereka lakukan mendarah daging hingga tua.

Tidak menyangkal bahwa proses bisa berubah sewaktu dewasa, dikarenakan pemikiran yang juga bisa berubah. Kearah lebih baik atau sebaliknya

Inti dari keberhasilan sebuah proses adalah disiplin, yang merupakan istilah untuk menjelaskan kegiatan yang dilakukan secara berulang-ulang dan tepat waktu. Sehingga jika ingin memiliki proses yang baik adalah disiplin, aku telah belajar banyak hal hingga saat ini. Aku berterima kasih pada guruku, dosenku, profesorku, dan orang tua serta lingkungan ku. Semoga tulisanku ini menjadi renungan bagi anda sekalian.

Semua pekerjaan atau hal yang memerlukan usaha untuk mendapatkan sesuatu dapat diibaratkan menggelindingkan batu, saya teringat tulisan teman saya yang berada di Bali pernah menulis pada tulisan kecil, yaitu keterkaitan antara batu dan pekerjaan meskipun tidak dijelaskan secara detil pada tulisan tersebut. Pada tulisan ini akan saya jelaskan hal tersebut berdasarkan contoh-contoh sederhana.

Saya adalah siswa SMA yang akan melaksanakan ujian nasional kelulusan, sudah 6 bulan saya mempersiapkan hal tersebut, mulai dari les hingga beli buka. Tugas tugas saya kerjakan semua dari guru, tetapi selama 2 bulan atau kurang dari 4 bulan menuju ujian nasional aku masih merasa blum dapat mengerjakan ujian nasional. Apa yang salah denganku? padahal aku mengerti dan sudah bisa meraba soal-soal yang akan dikeluarkan.

Saya adalah seorang lulusan sarjana dan aku tidak memperoleh pekerjaan apapun selama aku lulus selama 6 bulan ini, aku tau bahwa aku bisa bekerja pada lokasi tertentu, karena banyak temanku yang telah melakukan hal tersebut, temanku juga banyak yang menawariku, aku yakin aku bisa kerja, karena aku bisa. Tapi mengapa aku tidak bekerja hari ini?

Aku seorang anak kecil yang ingin bermain bersama teman-teman di depan rumah, aku tau caranya bermain. Aku juga sudah hafal setiap gerakan yang harus kulakukan saat aku berada disana, aku sudah pasti bisa karena aku ahlinya. Tapi aku merasa sulit untuk keluar dari rumah, bagaimana caranya aku bisa bermain ya?

Aku seorang tukang bccak aku tau caranya menjadi kaya, aku tau caranya mencari uang setiap hari, aku tau caranya mengimbangi hidup dunia dengan akhirat, aku tau aku bisa seperti orang lain, paling tidak seperti temanku yang juga seorang tukang becak. lalu knapa aku skarang tidak bisa kaya? bahkan seperti temanku yang satu profesi saja aku juga tidak bisa menandinginya?

Aku seorang ibu rumah tangga, aku ingin berwirausaha, aku tahu caranya, aku bisa membuat produk-produk tertentu. aku bisa menjadi agen dari penjual yang lain, aku tau caranya, semua ada dikepalaku, tapi bagaimana ya? aku tetap seperti ini.

Aku sama seorang ibu rumah tangga seperti paragraf diatas :D :D hehehh sama, tapi aku sudah berwirausaha :P . Tapi permasalahannya mengapa aku tidak bisa sebesar orang lain. Aku memiliki catering pernikahan dan setiap waktu aku menjadi event organizer, tetapi mengapa tidak banyak orang mengenalku?

TAU JAWABAN DARI PERMASALAHAN TERSEBUT ?

Karena mereka sama-sama tidak memulai, emamng memulai sesuatu itu seperti menggelindingkan batu besar. Pada awalnya sangatlah berat tetapi setelah diungkit maka batu serasa ringan karena kita tinggal menggelindingkan saja.

Terus mengapa ada yang sudah memulai tapi tidak seberhasil orang lain?

Karena batu yang kita gelindingkan tadi tidak kita arahkan, kita atur putarannya, jangan terlalu cepat, jangan terlalu lambat, tapi sampai tujuan.

Terus mengapa ada yang sudah mati matian untuk berhasil tapi sulit berhasil?

Karena batu yang sudah kita olah tadi tidak kita tentukan tujuan batu itu sampai dimana.

 

NB : untuk itu anda renungkan hari ini, anda sekarang sampai mana?

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.