Bila kita bicara mengenai emo, kita akan mengenal yang namanya, emo-kids, emo-fashion, emo-boys, emo-girls, emo-haircuts, dll. Emo banyak orang mengartikan sebagai emotional meskipun definisi yang lebih mengena untuk kata ini adalah “emotive hardcore”, menunjukkan suatu aliaran musik yang berakar dari aliran musik punk dan hardcore. Aliran musik ini berawal pada era akhir 1980 an dan berevolusi terus hingga ke tahun 2000 yang lebih populer dengan fashionnya dari pada musik itu sendiri. Aliran baru yang terinspirasi dari emo pun muncul seperti scremo yang lebih menonjolkan pada vocal dan lirik khas.
Emo bukan hanya musik, seperti kita mengatakan punk. Emo adalah style, attitude, musik, perasaan, feel, dan semua hal yang berbau minoritas. Emo diidentikan dengan kata cinta tak berbalas, sakit hati, menjauh dari keramaian, urusanmu bukan urusanku, aku adalah aku, depresi, tertekan, berdarah.Ironisnya emo menjadi suatu gaya hidup di washington DC sebagai teenagers fashion yang disebut dengan emo-fashion, user yang memakai emo sebagai pedoman hidupnya biasa disebut dengan emo-kids, emo-boys, emo-girl. Sedangkan pelaku musik emo sendiri sangatlah terbatas dan kalangan minoritas saja. Bahkan pernah ada yang mati gantung diri karena terinspirasi dengan emo.
Pendapat yang berkembang di masyarakat emo identik dengan homosexual atau bisexual. dan banyak kecaman yang dilakukan oleh banyak orang mengenai aliran ini. Salah satunya adalah band My Chemical Romance yang mengatakan “emo is a pile of shit” atau Panic at The Disco yang mengatakan “emo is bullshit“
Di indonesia sendiri musik emo sendiri sangatlah langka, apalagi yang benar benar murni emo, banyak orang mengatakan emo adalah band drive, emo adalah burgerkill. Tetapi emo musik bukan hanya pakaian yang dikenakan saja melainkan feel dan soul yang ada di setiap vocal dan instrumen.
contoh band emo : From first to last, di indonesia sendiri menurutku salah satunya adalah nitwit