Category: Komputer


Sudah beberapa saat aku terpikirkan keterkaitan antara customer churn dan CRM, dan setelah beberapa saat pula akhirnya aku dapat menyimpulkan beberapa hal mengenai Customer Churn dan CRM

CRM sebenarnya merupakan usaha untuk meningkatkan keuntungan perusahaan dengan membina hubungan baik dengan pelanggan dan dilakukan secara berulang, dan dengan kemungkinan sangat besar pelanggan tersebut spesifik. Sedangkan customer churn merupakan kondisi dimana pelanggan menghentikan layanan pada provider, kemudian berpindah ke provider lain. Jika di depan kata customer churn ditambahkan analisis atau management, maka pengertian menjadi sedikit berbeda, yaitu suatu usaha untuk memprediksi atau menganalisis pelanggan yang akan melakukan churn atau churn. Sehingga analisis churn dapat disimpulkan memiliki 2 fungsi yaitu prediksi dan menganalisis. Pada tulisan ini saya tidak menyimpulkan customer churn, tetapi saya menyimpulkan keterkaitan customer churn dan CRM. CRM memiliki banyak fungsi, salah satunya adalah pada bidang retention / retensi / usaha untuk mempertahankan pelanggan. Usaha untuk mempertahankan pelanggan terdapat beberapa fungsi penting yaitu one-to-one marketing, loyalty programs, dan complaints management. one to one marketing melakukan pendekatan pada pelanggan secara spesifik, loyalty program merupakan aktifitas pendukung untuk membina hubungan dengan pelanggan jangka panjang. Loyalty program meliputi churn analysis, credit scoring, service quality or satisfaction.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa customer churn merupakan bagian kecil dari CRM, meskipun hasil yang diperoleh dari customer churn tidak dapat digunakan langsung oleh CRM. Hasil analisis customer churn digunakan untuk program-program yang berhubungan dengan keloyalan pelanggan. program-program tersebut digunakan untuk usaha retensi. Dengan customer churn kita dapat menentukan strategi dan promosi yang paling cocok untuk usaha retensi.

Menurut saya begitulah keterkaitan CRM dan Customer Churn, atau sebaliknya. karena Churn merupakan bagian kecil dari CRM. Semoga bermanfaat.

Data Mining dan CRM

Data mining dan CRM memiliki keterkaitan yang erat, semenjak banyak dari peneliti menggunakan data mining sebagai salah satu solusi untuk CRM, salah satunya adalah customer churn, yaitu suatu bidang dari CRM yang melakukan analisis terhadap kondisi pelanggan churn atau tidak churn, paling tidak customer churn dapat menunjukkan pelanggan mana yang memiliki potensi untuk churn dengan metode tertentu. Metode yang digunakanpun bermacam-macam, neural network, bayesian, decisiton tree, SVM, dah banyak dari peneliti menggunakan metode-metode statistik untuk menganalisa hal ini.

Data mining memiliki wilayan sendiri, begitu pula CRM memiliki topik yang dibahas tersendiri, itu pada awalnya. Tetapi hari ini data mining dan CRM sulit dibatasi, sehingga jika ada CRM maka data mining digunakan untuk mendukung analisis manajerial.Di Indonesia sendiri, tidak banyak perusahaan besar yang percaya terhadap analisa yang dilakukan oleh akademisi, berdasarkan pengalaman pribadi perusahaan tingkat nasional pun sulit untuk diminta kerja sama dengan memberikan data secara lengkap mengenai data pelanggan, sehingga perusahaan jika menerima kerja sama dengan akademisi mengenai penelitian CRM atau customer churn, hasil yang didapat tidak maksimal sehingga penelitian di Indonesia yang menyangkut data sekunder perusahaan sangat sedikit sekali mengingat sulitnya mendapatkan data yang lengkap.

Data di data mining dan CRM sangat mempengaruhi penelitian, jadi pada kedua topik bahasan ini sama-sama membutuhkan data yang bersih, jika kita bicara CRM maka kita pasti berhubungan dengan data base, jika kita bicara mengenai data base pasti kita berfikir data mining untuk menyelesaikan masalah.

Customer churn merupakan istilah yang digunakan untuk menjelaskan bahwa pelanggan telah menghentikan layanan pada provider tertentu, ada pula yang mengatakan bahwa tidak hanya berhenti, melainkan berpindah ke lain hati :) eh maksudnya berpindah ke provider pesaing. Hal ini diakibatkan oleh berbagai faktor, dan hal ini menjadi fenomena biasa pada perusahaan berskala besar yang memiliki banyak pelanggan dan banyak provider pesaing, karena produk dan layanan sangat dibutuhkan oleh orang banyak. Salah satu contoh yang sering dilakukan penelitian customer churn adalah pada perusahaan-perusahaan telekomunikasi dan bank.

Banyak pendekatan yang digunakan untuk menganalisis customer churn, beberapa diantaranya adalah pendekatan statistik dan pendekatan data mining, meskipun teknik dan metode yang telah digunakan sangatlah beragam, tetapi bidang ini masih tergolong baru, terutama di negara Indonesia yang perusahaannya tidak banyak yang perduli terhadap pelanggan.

Kebetulan sekali yang saya pelajari beberapa bulan ini adalah topik mengenai customer churn, sehingga saya tertarik untuk berbagi dalam blog saya ini. Apabila berbicara di negara Indonesia, customer churn tidak terlalu diperhatikan, apalagi untuk perusahaan berskala lokal. Perusahaan berskala nasional memang memperhatikan, tetapi berdasarkan penelitian yang aku lakukan perusahaan berskala nasional tidak secara serius atau belum merata. Sehingga terdapat kemungkinan churn tinggi, seperti di ISP. churn pada ISP cenderung tinggi, berdasarkan penelitian saya pula churn di Indonesia pada ISP dapat lebih dari 75% per tahun salah satu contoh kasus yang saya tangani, yaitu pada tahun 2009 churn 258 dah hasilnya pelanggan aktif tahun 2011 cuma 97, hal ini terjadi karena memang tidak ada keseriusan provider ISP dalam menangani churn. Sebagai bahan studi kasus adalah perusahaan berskala nasional yang telah memiliki nama di Indonesia. Pada tulisan ini saya cuma ingin menyampaikan churn adalah hal yang pokok pada persaingan saat ini, sehingga perusahaan kecil atau besar seharusnya mulai memperhatikan hal ini.

Memang Indonesia sedikit terlambat, tapi tidak ada kata terlambat untuk menghasilkan sesuatu yang baik, saat ini saya masih berusaha menganalisis churn terbaik untuk studi kasus lain yang saya tangani, semoga penelitian saya ini dapat bermanfaat bagi perusahaan tersebut, bagi saya, dan bagi lingkungan akademik pada umumnya. Pada tulisan selanjutnya mengenai customer churn akan saya bahas lebih detil mengenai metode data mining yang dapat digunakan.

Seiring berjalannnya waktu perkembangan dunia web, baik programming dan design semakin maju. Bahkan diramalkan pada masa yang akan datang dunia web tidak selalu membutuhkan seorang programming, malah tren programmer web kabarnya tidak lebih dari juru ketik (menurut pendapat2 yang telah saya baca). Tetapi menurutku programmer tetap dibutuhkan dunia web, dengan kondisi tertentu. Sehingga tidak semua web membutuhkan programmer, salah satu contohnya adalah web log / biasa disebut dengan blog. Apakah anda setuju dengan pendapat saya?

Setuju tidak setuju itu adalah pendapat anda, tetapi mending anda setuju saja :D ……. Blog semakin marak dan banyak web hingga sistem informasi mulai melirik blog, salah satunya adalah wordpress. Banyak pengembang web menggunakan engine wordpress untuk dibangun pada web yang mereka garap, sudah tentu dengan sedikit customize supaya tidak terlihat seperti wordpress hehehhe.

Sistem informasi sekolah sudah mulai melirik hal tersebut, meskipun tidak ada plugin pasti yang mewadahi sistem informasi sekolah pada wordpress. Tetapi ada beberapa plugin yang memang dapat digunakan untuk membuat wordprees. sehingga dapat kita kumpulkan dan install sesuai dengan keperluan sistem informasi sekolah/kampus. Selepas dari engine lain yang memang dibangun untuk sistem informasi.

Sebagai kesimpulan engine wordpress dapat digunakan untuk tujuan apapun dengan dukungan yang terus berkembang, sehingga membuat sistem informasi memang mungkin menggunakan wordpress, tingga sejauh mana sistem informasi tersebut mampu dibangun oleh wordpress.

Setelah kita mencoba Cara mudah install windows dari usb pasti tidak semua dari kita mengalami kesuksesan… dibawah ini merupakan kegagalan dan beberapa solusi untuk kegagalan tersebut. Permasalahan tersebut adalah :

  1. Windows yang diinginkan adalah Windows 7 (solusi : gunakan flash disk lebih besar)
  2. Laptop tidak mau booting dari flash disk (solusi : coba cek di bios, ganti booting dari bios)
  3. Software USB prep tidak bisa berjalan di Windows 7 (solusi : gunakan windows xp saat transfer dari cd ke fd)
  4. Crash dengan linux (solusi : buat partisi baru khusus windows / hapus linux)
  5. PeToUsb tidak menampakkan flashdisk (solusi : tarik tancepin lagi fd/run dg mode administrator/pake xp)

Permasalahan tersebut tidak selalu ditemui, oleh karena itu jika pembaca menemukan permasalahan lain silahkan comment, OK?

Kesimpulannya adalah untuk meminimalkan konversi dari cd ke usb gunakan windows XP sp2

Hal yang paling menyebalkan pada era internet adalah adanya netbook. hahahhaha memang ringan sih kalo dibawa, baterainya juga tahan lama kayak energyzer :) . tapi yang lemoooooot dan penginstalan yang ribet membuat netbook tidak menyenangkan bagi sebagian orang terutama saya. ada cerita yang tidak menyenangkan mengenai netbook ini, tapi memberi solusi. ceritanya begini :

“pagi tadi saya bangun jam 2 pagi, pingine langsung instal netbooknya orang langsung. software sudah ada. tinggal instal.. ternyata………….. selang beberapa waktu dan beberapa jam neh netbook gak selesai selesai hingga sekarang jam 7.30 pagi baru ada progress instal…
dari jam 2 sampe jam 7 banyak pelajaran yang dipetik :

1. kalo gak ada ilmunya ya sulit instal

2. ternyata meremehkan permasalahan membuat permasalahan baru

3. gak usah cari tutorial laen, mending pake tutorial yang telah aku buat di halaman ini . :D

selepas itu semua, bila anda ada permasalahan sama dengan saya. coba hal dibawah ini :

  1. Download file ini, , yang berisi 2 folder yaitu bootsect dan usb_prep8
  2. Buka folder usb_prep8 dan klik usb_prep8.cmd
  3. Klik sembarang, setelah itu akan dibuka langsung PeToUSB window
  4. Trus click format flash disk, setelah selesai jangan ditutup dulu
  5. Buka consol window dengan start>run>cmd
  6. Masuk ke direktori bootsect kemudian ketik “bootsect.exe /nt52 g:” melalui command prompt tersebut
  7. Cara masuk direktori menggunakan perintah command prompt yaitu dir, cd <folder>, cd.. (pelajari di tutorial laen)
  8. Setelah selesai pada cmd akan muncul pesan “update boot telah selesai” tapi pake bahasa inggris :D
  9. Kemudian tutup cmd
  10. Tutup PeToUSB
  11. Balik lagi ke usb_prep8 yang belum ditutup tadi
  12. Ada pilihan 8 option
  13. Ketik 1 untuk pilih source xp
  14. Ketik 3 untuk pilih usb
  15. Ketik 4 untuk melakukan pindah source windows ke usb
  16. Selesaiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii (jangan lupa untuk membaca lebih detil perintah)
  17. Sebaiknya data disimpan dulu sebelum melakukan proses diatas

Selamat mencoba ya?

Notasi dari EAB adalah suatu ide atau kumpulan ide yang perlu kita pahami dan terjemahkan kedalam blueprint. Enterprise Architectur Blueprinting adalah sekumpulan dokumen yang terbagi dalam sebuah seksi atau subseksi

Enam Elemen Penting EAB

Enam elemen elemen yang seharusnya ada pada EAB, meski bisa dilakukan tidak secara berurut. Elemen tersebut meliputi aplikasi, data, business dan ekonomi, operasi, struktur organisasi dan fungsi, infrastruktur.

EAB berwujud aturan yang spesifik menggambarkan beberapa hal sebagai berikut :

  1. Bagaimana kita menggambarkan setiap diagram
  2. Bagaimana diagran dan icon berhubungan satu dengan yang lain
  3. Bagaimana melakukan strukturisasi dan menetukan secara spesifik nondiagram blueprint
  4. Pada bagian mana (sub)section untuk ditempatkan dalam blueprint komponen.
  5. Bagaimana mengemas penyelesaian dari EAB

Contoh susunan dari EAB sebagai berikut

  • Front Section > Berisi materi perkenalan
  • Core Section Berisi gambar tergantung pada sistem kombinasi blok diagram, platform diagram, diagram interoperabilitas, fungsi blok diagram, dan cut-out diagram
  • Annotation Section > Penjelasan penjelasan spesifikasi fungsional
  • Dictionary Section > Berisi EAB kamus yang merupakan bagian daftar
  • Detail Section > Bagian detail-detail platform spesifikasi fungsional
  • Database Section > Berisi database database spesifikasi fungsional
  • Transaction Section > Berisi spesifikasi transaksi fungsional
  • Portability Section > Berisi portabilitas spesifikasi fungsional
  • Scalability Section > Berisi skalabilitas spesifikasi fungsional
  • Network Section > Berisi spesifikasi Jaringan fungsional
  • User Group Section > Mengandung spesifikasi fungsional kelompok pengguna
  • EAB dapat digunakan untuk dokumentasi 8 tipe blueprint

  • Logical infrastructure architecture
  • EAB yang menunjukkan komponen logical architecture  dan hubungannnya dengan masalah infrastruktur tetapi tidak secara spesific memberikan solusi untuk setiap elemen dari logical

  • Physical infrastructure architecture
  • EAB yang menujukkan secara fisik elemen architecture dan hubungannya untuk masalah infrastruktur

  • Functional infrastructure architecture
  • EAB yang menunjukkan fungsi infrastruktur dan hubungannya untuk masalah infrastruktur

  • Infrastructure architecture sketch or infrastructure conceptual architecture
  • Fungsi EAB icon  didalam  sebuah peristiwa untuk mengkomunikasikan ide utama tentang physical, logical atau fungsional arsitektur

  • Logical application architecture
  • EAB yang menunjukkan elemen dari logical architecture dan hubungannya untuk aplikasi-masalah tertentu tetapi tidak secara spesifik menghasilkan solusi untuk setiap elemen logical

  • Physical application architecture
  • EAB yang menunjukkan  elemen physical architecture dan hubungan mereka untuk suatu masalah secara spesifik

  • Functional application architecture
  • EAB yang menunujukkan fungsi bisnis dan hubunganya untuk  suatu masalah aplikasi tertentu

  • Application architecture sketch or application conceptual architecture
  • Kegunaan dari icon EAB dalam suatu kasus untuk mengkomunikasikan idea tetang physical, logical atau fungsional arsitektur aplikasi

    Perubahan EAB

    EAB berubah karena bisnis dan teknologi yang mengarahkan perubahan tersebut, dan mengatur dengan menggunakan engineering change control dan structured configuration management

    Key points-nya adalah sebagai berikut :

    1. EAB, merupakan keseluruhan, sebuah blueprint.
    2. EAB dibagi dari beberapa seksi yan mana dibagi dalam sebuah subseksi.
    3. Setiap dasar dari subseksi Each core subsection hosts one, and only one, type of diagram.
    4. Ekspresi  yang lengkap dari diagram terdiri dari 1 – n halaman.
    5. Sebuah halaman diagram digambarkan menggunakan icon tertentu dan variabel kata yang digunakan dalam aturan EAB.

    Oleh : Wildan S (Unkick.wordpress.com)

    Pertumbuhan dan perkembangan media penyimpanan sangatlah signifikan, terlihat dari riset yang menunjukkan bahwa setiap tahun media penyimpanan mengalami pertumbuhan 2 kali lipat. Faktor yang harus diperhatikan dalam memilih tempat peyimpanan adalah sebagai berikut :

    1. Besar data dan jumlah peningkatan penyimpanan data
    2. Kecepatan akses data
    3. Pertimbangan diakses oleh server atau tidak
    4. Uptime dan downtime
    5. Harga

    Media penyimpanan yang baik harus memenuhi kriteria sebagai berikut :

    1. Tingkat redundansi yang kecil
    2. Adanya toleransi kegagalan
    3. Adanya toleransi bencana
    4. Kecepatan tinggi / sesuai dengan kebutuhan
    5. Latency rendah
    6. Open (bersifat terbuka antar vendor sistem operasi ataupun penyimpanan)
    7. Kemudahan dalam instalasi

    Jenis akses pada media penyimpanan adalah sebagai berikut :

    1. Direct attached storage (DAS) – sebuah disk subsistem di pasang secara langsung dalam satu atau lebih host dan secara fisik tersambung dengan kabel ke server
    2. Network Attached Storage (NAS)- sebuah sistem penyimpanan yang mempunyai tujuan khusus yaitu untuk diakses dari jauh melalui data network
    3. Storage-area Network (SAN) – adalah network private (menggunakan protokol storage daripada protokol network) yang menghubungkan server dan unit penyimpanan
    4. Internet SCSI (iSCSI)— adalah protokol NAS terbaru. Protokol ini menggunakan protokol IP network untuk membawa protokol SCSI
    5. Fibre channel over IP (FCIP)-mengaktifkan channel SAN untuk interkoneksi melalui IP basic jaringan.

    Perkembangan jaringan lokal menuntut media penyimpanan untuk bekerja secara local dan dapat diakses secara langsung oleh jaringan, hingga akhirnya muncul istilah SAN (Storage Area Network). SAN merupakan sebuah jaringan berkecepatan sangat tinggi, terdiri dari server dan penyimpan. Terpisah dan berbeda dengan LAN/WAN perusahaan, tujuan utama SAN adalah untuk menangani trafik data dalam jumlah besar antara server dan peralatan penyimpan, tanpa mengurangi bandwidth yang ada di LAN/WAN. Contoh konfigurasi SAN adalah sebagai berikut :

    LAN menggunakan protokol jaringan yang mengirimkan potongan kecil. SAN menggunakan protokol penyimpanan (SCSI), sehingga memungkinkan untuk mengirimkan potongan besar data sambil mengurangi overhead, dan meningkatkan bandwidth. Sistem berbasis LAN menghubungkan server dengan client, setiap server memiliki dan mengontrol akses ke media penyimpanannya, yang pada akhirnya membatasi aksesibilitas data. Sebuah SAN memungkinkan sumber daya penyimpanan data untuk dikaitkan langsung ke jaringan, tanpa perlu terhubung ke server yang spesifik. Hal ini memungkinkan semua server untuk mengakses sumber daya media penyimpanan yang ada di SAN

    Keunggulan dari SAN adalah sebagai berikut :

    1. Availability, satu copy data dapat diakses oleh semua host melalui jalur yang bebeda, dan manajemen data menjadi lebih efisien
    2. Reliability, infrastruktur transportasi data yang menjamin tingkat kesalahan yang sangat minimal, dan kemampuan dalam mengatasi kegagalan
    3. Scalability, Server maupun media penyimpanan dapat ditambahkan secara independent satu dan lainnya, tanpa batasan harus menggunakan sistem proprietary
    4. Performance, Fibre Channel memiliki bandwidth sampai 200 Mbps dengan overhead yang rendah, SAN memisahkan trafik backup dengan trafik standar LAN/WAN
    5. Manageability, berkembangnya perangkat lunak dan standar memungkinkan manajemen dilakukan secara terpusat, koreksi dan deteksi kesalahan yang roaktif
    6. Return On Information Management, SAN memungkinan biaya kepemilikan yang rendah, dan menaikkan Return On Information Management dibandingkan metode penyimpanan tradisional

    Komponen yang digunakan pada SAN adalah sebagai berikut :

    1. Host bus adapters (HBAs) di setiap host. FC adapters (seperti SCSI adapater) dengan driver pada OS
    2. Storage devices, RAID subsystems, JBODs
    3. Interconnect devices seperti fibre channel hubs atau switches, SAN gateways, bridges, routers, dan extenders, dan fiber-optic cables yang mengkoneksikan hub atau  switch ke HBA dan media penyimpanan

    Konfigurasi SAN secara sederhana dapat dijelaskan sebagai berikut :

    1. Pada sistem LAN kita memiliki server, hub/switch/router dan network Interface card (NIC) yang saling berhubungan dengan memakai kabel UTP/coaxial.
    2. SAN terdiri dari SAN server (suatu server dengan kapasitas storage terabyte [ribuan gigabyte]), SAN hub/switch/router, SAN cable (biasanya fiber optic) dan SAN ‘NIC’. Hub/Switch/router dan NIC untuk SAN tidak sama dengan peralatan LAN karena, seperti yang dikemukakan di atas, sistem koneksi yang dipakai untuk SAN adalah SCSI atau FC.

    Fase dari mendesign SAN secara garis besar dapat dikelompokkan ke dalam 4 langkah, sebagai berikut :

    1. Mengumpulkan data tentang kebutuhan sistem / Requirements
    2. Mengumpulkan informasi lingkungan di luar sistem (tempat, bencana, dll)
    3. Memilih penyimpanan yang cocok
    4. Koneksi penyimpanan dengan server

    Oleh : Wildan S (unkick.wordpress.com)

    Data center server adalah Pusat pemrosesan data yang didukung dengan perangkat pengolahan data tersebut. Disebut juga dengan pusat komputerisasi. Data center server merupakan server data terpusat dari jaringan di suatu jaringan, baik dalam jaringan lokal antaupun global, jaringan instansi ataupun perusahaan. Data center server dikelola oleh administrator. Pengelolaan data center yang baik mendukung seluruh kinerja dari jaringan, dari pemakaian aplikasi, oleh karena itu aturan dan standar pengukuran merupakan hal yang penting dari administrasi Data Center. Beberapa tahun ini data center server menjadi pembahasan yang ramai, yang sebelumnya data center server bukan merupakan bahasan yang perlu di oprek lebih dalam secara teori, tetapi kebutuhan akan informasi dari pengolahan data center yang baik membuat pakar-pakar jaringan akhirnya memutuskan untuk membahas data center server lebih dalam beserta perancangan data center dalam Infrastruktur TI sendiri. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembangunan, maintenance dan penggunaan data center server adalah sebagai berikut :

    1. Server performance metrics

    Dalam mengukur kinerja dari server diperlukan standar pengukuran yang diakui oleh masyarakat dan vendor-vendor IT, sehingga dibentuklah sebuah konsorsium yang menentukan hal tersebut. SPEC (Standard Performance Evaluation Corporation) Benchmark merupakan standar ukuran kinerja yang telah diakui oleh masyarakat dunia. Aspek yang berpengaruh pada kinerja sistem adalah utilization, latency, throughput, resource efficiency. Faktor yang mempengaruhi kinerja CPU adalah pemakaian cache pada CPU (L1 Cache, L2 Cache, L3 Cache)

    2. Server capacity planning

    Server capacity planning terdapat 2 hal penting, yaitu server sizing dan capacity planning. Server sizing adalah bagaimana melakukan estimasi kebutuhan hardware pada server sesuai kebutuhan dari aplikasi dan aktifitas dari pengguna, contohnya adalah untuk memenuhi 3000 end user, kita membutuhkan 2 load-balanced application server (4 CPU 1,3 GHz & 8 GB RAM) dan satu back-end database server (8 CPU & 10 GB RAM). Capacity planning terdiri dari 2 fase yaitu melakukan tes untuk mengukur utilization dan performance, yang kedua adalah perencanaan harus dapat mendukung beban kerja yang berat. Pengecekan memory secara berkala merupakan hal yang penting setelah server capacity planning dilakukan.

    3. Best practices in IT

    Merupakan hal-hal terbaik yang dilakukan di IT, salah satunya adalah berdasarkan pengalaman dan komunitas IT. Beberapa dari Best practices in IT adalah sebagai berikut:

    a. System Deployment (Mempersiapkan sistem dengan baik)

    b. Power Source (Estimasi pemakaian listrik)

    c. Hardware Maintenance (Maintenance pengkabelan hingga server)

    d. Software Deployment (Mempersiapakan software)

    e. Cluster (Menggunakan sistem cluster bila diperlukan dengan tujuan menghindari terjadinya kesalahan secara keseluruhan, penyimpanan tersebar dan mendukung backup yang lebih baik)

    f. Data Storage (Menggunakan RAID, cluster storage, multiple control)

    g. Network Management Best Practices (Melakukan network analisis yang baik)

    h. Documentation Best Practices (Dokumentasi pada berbagai tahap antara lain metodologi, proposal, hingga diagram)

    Keuntungan dari penerapan best practices adalah

    • Standarisasi (saat best practice telah menjadi standar, pekerjaan menjadi semakin mudah)
    • Dapat mengurangi downtime
    • Konsisten dengan obyek bisnis
    • Kualitas

    3. Server Security

    Keamanan harus diperhatikan, baik keamanan hardware server, software server dan gangguan dari manusia atau alam. Secara umum hal-hal yang perlu diperhatikan pada keamanan server adalah sebagai berikut :

    1. Simplicity (menyederhanakan)
    2. Fail Safe (kesalah tidak menyebar)
    3. Complete Mediation (mediasi dengan pengguna)
    4. Open Design
    5. Separation of privilege (pembagian hak akses)
    6. Update (selalu ada perubahan lebih baik)
    7. Hapus pemakaian file dan aplikasi yang tidak digunakan
    8. Software keamanan bila diperlukan (anti virus, anti malware, anti spam, dll)

    4. Server Administration

    Best practices pada system administration adalah sebagai berikut :

    1. Memperhatikan permasalahan
    2. Log dan dokumentasi yang baik
    3. Cek permasalahan dari yang sederhana (berurutan OSI layer)
    4. Team work yang baik
    5. Otomasi

    Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam otomasi adalah sebagai berikut :

    • Mengumpulkan dokumen
    • Menentukan target
    • Kritik dan saran dari komunitas
    • Improve
    • Simplify
    • Testing

    5. Device Naming

    Penamaan device yang dijelaskan disini yaitu :

    a. NIS (Network Information Service)

    Digunakan menyimpan data profil user dan biasa disebut dengan yellow pages. NIS mengijinkan para pengguna dan aplikasi melalui jaringan untuk menenmukan berkas dan aplikasi dimanapun di sebuah jaringan dengan mengakses server NIS terpusat

    b. NIS +

    Setelah NIS dirasakan memiliki kekurangan pada segi keamanan, SUN mengeluarkan NIS+ yang mendukung pada segi keamanan

    c. DNS (Domain Naming System)

    Merupakan distribute database system yang digunakan untuk pencarian nama komputer (name resolution) di jaringan yang menggunakan TCP / IP. Keuntungan dari pemakaian DNS adalah memudahkan pengguna dalam mengingat IP, penamaan konsisten / tidak berubah, Satu user satu domain. Struktur domain merupakan sebuah hirarki pengelompokan domain berdasarkan nama, yang terbagi dalam beberapa bagian, yaitu : root level domains, second level domains, host names

    d. LDAP (Lightweight Directory Access Protokol)

    Merupakan service direktori yang berjalan pada layer TCP / IP. LDAP adalah sebuah protocol yang mengatur pengaksesan layanan direktori yang dapat digunakan untuk mendeskripsikan berbagai informasi. Fungsi LDAP adalah memberikan hak akses pada direktori. Direktori dapat berisi berbagai informasi (merupakan suatu database tempat penyimpanan data), contoh : direktori dapat berupa phone book

    6. Load Balancing

    Merupakan cara untuk membagi kinerja server yang bertujuan mengurangi beban server. Load balancing dapat berupa software maupun hardware

    Menggunakan software memungkinkan pemakaian virtual server dan virtual IP.

    Keuntungan

    1. Toleransi kesalahan diperhatikan
    2. Layanan lebih baik
    3. Performance
    4. Scalabilitas
    5. Fleksibel
    6. Hemat
    7. Memperhatikan keamanan

    7. Fault Tolerance

    Terdapat standar dari ukuran toleransi kesalahan diatantaranya adalah MTBF (Mean Time Between Failures), MTTDL (Mean Time to Data Loss), MTTDI (Mean Time to Data Inaccessibility). Faktor yang mempengaruhi adalah :

    1. Swap
    2. Sistem pendingin
    3. Power
    4. RAID (Redundant Array of Inexpensive Disks)

    8. RAID

    Merupakan implementasi toleransi kesalahan pada media penyimpanan / disk dengan tujuan mengurangi redundansi data (Akses ataupun proses). RAID dibagi menjadi lima tipe, yaitu RAID 0 (stripping), RAID 1 (mirroring), RAID 2 (humming), RAID 3 (pengecekan disk tunggal dalam kelompok disk, penggunaan sudah lebih dari 3 disk), RAID 4 (pembacaan dan penulisan secara independen), RAID 5 (sebaran data dan paritas ke semua drive)

    Penggunaan RAID pada server sesuai kebutuhan, karena setiap server memiliki spesifikasi yang berbeda. Salah satu contohnya adalah Storage 7000 dari SUN yang memungkinkan pemakaian SATA storage pada server, dan menggunakan SID dalam mengupdate kecepatan akses tanpa merubah pemakaian RAID.

    Oleh : Wildan S (Unkick.wordpress.com)

    travian hack (plus|+)

    Sebenere buka sebagian travian plus tanpa plus account :

    1. buka firefox

    2. ketik di google “greasemonkey”

    3. download atau langsung install

    4. buka www.userscript.com ketik di search “travian”

    5. silahkan pilih script terus download

    6. script yang wajib dipakai “travian3 beyond”

    7. selamat mencoba,,, (aku belum coba script yang laen wkwkwkwk > kalo ndak keberatan dicoba ya heheheh)

    fasilitas : prediksi waktu serangan, prediksi SDA,  prediksi bangunan, bookmark, warna dan angka tanda upgrade, peta, kirim pesan cepat, dll (very helpfull!!! : ) )  “lets build the wonder!”

    Untuk sementara yang tanya mmorpg / rpg ditahan dulu, hehehhe. Lagi konsen travian nie…… seraaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaang (kalo maen ini jadi inget pokemon kesukaanku)

    Yang pingin maen travian, ngomong aku ya? ntar tak invite pake accountku, aku biar dapat gold.Ntar kalian kalo aku dpt gold tak kirimi SDA. Mau minta brp terserah kalian?. Aliansi kami pun terbuka untuk siapa saja yang senang dengan persaudaraan.

    Follow

    Get every new post delivered to your Inbox.