Data Center Server ( Pengertian , Maintenance )

Posted on Updated on

Data center server adalah Pusat pemrosesan data yang didukung dengan perangkat pengolahan data tersebut. Disebut juga dengan pusat komputerisasi. Data center server merupakan server data terpusat dari jaringan di suatu jaringan, baik dalam jaringan lokal antaupun global, jaringan instansi ataupun perusahaan. Data center server dikelola oleh administrator. Pengelolaan data center yang baik mendukung seluruh kinerja dari jaringan, dari pemakaian aplikasi, oleh karena itu aturan dan standar pengukuran merupakan hal yang penting dari administrasi Data Center. Beberapa tahun ini data center server menjadi pembahasan yang ramai, yang sebelumnya data center server bukan merupakan bahasan yang perlu di oprek lebih dalam secara teori, tetapi kebutuhan akan informasi dari pengolahan data center yang baik membuat pakar-pakar jaringan akhirnya memutuskan untuk membahas data center server lebih dalam beserta perancangan data center dalam Infrastruktur TI sendiri. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembangunan, maintenance dan penggunaan data center server adalah sebagai berikut :

1. Server performance metrics

Dalam mengukur kinerja dari server diperlukan standar pengukuran yang diakui oleh masyarakat dan vendor-vendor IT, sehingga dibentuklah sebuah konsorsium yang menentukan hal tersebut. SPEC (Standard Performance Evaluation Corporation) Benchmark merupakan standar ukuran kinerja yang telah diakui oleh masyarakat dunia. Aspek yang berpengaruh pada kinerja sistem adalah utilization, latency, throughput, resource efficiency. Faktor yang mempengaruhi kinerja CPU adalah pemakaian cache pada CPU (L1 Cache, L2 Cache, L3 Cache)

2. Server capacity planning

Server capacity planning terdapat 2 hal penting, yaitu server sizing dan capacity planning. Server sizing adalah bagaimana melakukan estimasi kebutuhan hardware pada server sesuai kebutuhan dari aplikasi dan aktifitas dari pengguna, contohnya adalah untuk memenuhi 3000 end user, kita membutuhkan 2 load-balanced application server (4 CPU 1,3 GHz & 8 GB RAM) dan satu back-end database server (8 CPU & 10 GB RAM). Capacity planning terdiri dari 2 fase yaitu melakukan tes untuk mengukur utilization dan performance, yang kedua adalah perencanaan harus dapat mendukung beban kerja yang berat. Pengecekan memory secara berkala merupakan hal yang penting setelah server capacity planning dilakukan.

3. Best practices in IT

Merupakan hal-hal terbaik yang dilakukan di IT, salah satunya adalah berdasarkan pengalaman dan komunitas IT. Beberapa dari Best practices in IT adalah sebagai berikut:

a. System Deployment (Mempersiapkan sistem dengan baik)

b. Power Source (Estimasi pemakaian listrik)

c. Hardware Maintenance (Maintenance pengkabelan hingga server)

d. Software Deployment (Mempersiapakan software)

e. Cluster (Menggunakan sistem cluster bila diperlukan dengan tujuan menghindari terjadinya kesalahan secara keseluruhan, penyimpanan tersebar dan mendukung backup yang lebih baik)

f. Data Storage (Menggunakan RAID, cluster storage, multiple control)

g. Network Management Best Practices (Melakukan network analisis yang baik)

h. Documentation Best Practices (Dokumentasi pada berbagai tahap antara lain metodologi, proposal, hingga diagram)

Keuntungan dari penerapan best practices adalah

  • Standarisasi (saat best practice telah menjadi standar, pekerjaan menjadi semakin mudah)
  • Dapat mengurangi downtime
  • Konsisten dengan obyek bisnis
  • Kualitas

3. Server Security

Keamanan harus diperhatikan, baik keamanan hardware server, software server dan gangguan dari manusia atau alam. Secara umum hal-hal yang perlu diperhatikan pada keamanan server adalah sebagai berikut :

  1. Simplicity (menyederhanakan)
  2. Fail Safe (kesalah tidak menyebar)
  3. Complete Mediation (mediasi dengan pengguna)
  4. Open Design
  5. Separation of privilege (pembagian hak akses)
  6. Update (selalu ada perubahan lebih baik)
  7. Hapus pemakaian file dan aplikasi yang tidak digunakan
  8. Software keamanan bila diperlukan (anti virus, anti malware, anti spam, dll)

4. Server Administration

Best practices pada system administration adalah sebagai berikut :

  1. Memperhatikan permasalahan
  2. Log dan dokumentasi yang baik
  3. Cek permasalahan dari yang sederhana (berurutan OSI layer)
  4. Team work yang baik
  5. Otomasi

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam otomasi adalah sebagai berikut :

  • Mengumpulkan dokumen
  • Menentukan target
  • Kritik dan saran dari komunitas
  • Improve
  • Simplify
  • Testing

5. Device Naming

Penamaan device yang dijelaskan disini yaitu :

a. NIS (Network Information Service)

Digunakan menyimpan data profil user dan biasa disebut dengan yellow pages. NIS mengijinkan para pengguna dan aplikasi melalui jaringan untuk menenmukan berkas dan aplikasi dimanapun di sebuah jaringan dengan mengakses server NIS terpusat

b. NIS +

Setelah NIS dirasakan memiliki kekurangan pada segi keamanan, SUN mengeluarkan NIS+ yang mendukung pada segi keamanan

c. DNS (Domain Naming System)

Merupakan distribute database system yang digunakan untuk pencarian nama komputer (name resolution) di jaringan yang menggunakan TCP / IP. Keuntungan dari pemakaian DNS adalah memudahkan pengguna dalam mengingat IP, penamaan konsisten / tidak berubah, Satu user satu domain. Struktur domain merupakan sebuah hirarki pengelompokan domain berdasarkan nama, yang terbagi dalam beberapa bagian, yaitu : root level domains, second level domains, host names

d. LDAP (Lightweight Directory Access Protokol)

Merupakan service direktori yang berjalan pada layer TCP / IP. LDAP adalah sebuah protocol yang mengatur pengaksesan layanan direktori yang dapat digunakan untuk mendeskripsikan berbagai informasi. Fungsi LDAP adalah memberikan hak akses pada direktori. Direktori dapat berisi berbagai informasi (merupakan suatu database tempat penyimpanan data), contoh : direktori dapat berupa phone book

6. Load Balancing

Merupakan cara untuk membagi kinerja server yang bertujuan mengurangi beban server. Load balancing dapat berupa software maupun hardware

Menggunakan software memungkinkan pemakaian virtual server dan virtual IP.

Keuntungan

  1. Toleransi kesalahan diperhatikan
  2. Layanan lebih baik
  3. Performance
  4. Scalabilitas
  5. Fleksibel
  6. Hemat
  7. Memperhatikan keamanan

7. Fault Tolerance

Terdapat standar dari ukuran toleransi kesalahan diatantaranya adalah MTBF (Mean Time Between Failures), MTTDL (Mean Time to Data Loss), MTTDI (Mean Time to Data Inaccessibility). Faktor yang mempengaruhi adalah :

  1. Swap
  2. Sistem pendingin
  3. Power
  4. RAID (Redundant Array of Inexpensive Disks)

8. RAID

Merupakan implementasi toleransi kesalahan pada media penyimpanan / disk dengan tujuan mengurangi redundansi data (Akses ataupun proses). RAID dibagi menjadi lima tipe, yaitu RAID 0 (stripping), RAID 1 (mirroring), RAID 2 (humming), RAID 3 (pengecekan disk tunggal dalam kelompok disk, penggunaan sudah lebih dari 3 disk), RAID 4 (pembacaan dan penulisan secara independen), RAID 5 (sebaran data dan paritas ke semua drive)

Penggunaan RAID pada server sesuai kebutuhan, karena setiap server memiliki spesifikasi yang berbeda. Salah satu contohnya adalah Storage 7000 dari SUN yang memungkinkan pemakaian SATA storage pada server, dan menggunakan SID dalam mengupdate kecepatan akses tanpa merubah pemakaian RAID.

Oleh : Wildan S (Unkick.wordpress.com)

6 thoughts on “Data Center Server ( Pengertian , Maintenance )

    cristian said:
    November 20, 2010 at 12:52 pm

    bisa minta artikel/link tentang load balancing??

    thanx

    tiar said:
    June 14, 2011 at 8:15 am

    bisa minta tutorial maintenance windows server 2000 gak mass…??

      unkick responded:
      July 19, 2012 at 10:41 am

      bisa akang,

    Shohieb said:
    August 27, 2012 at 12:41 pm

    Mas unkick . Boleh tau gak mas analasis kebutuhan apa saja yang diperlukan untuk membangun data center . . Yang ingin tu estimasi biayanya mas , terima kasih mas . . Sukses !!

      unkick responded:
      August 30, 2012 at 3:33 am

      :D bisa mas, tapi butuh satu halaman blog lagi,,, wkekek kalo ditulis disini/comment.. malah gak jelas ntar.. TQ, kalo saya ada waktu akan saya buatkan halaman tersebut. Terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s