Adversity Quotient dan konsep Climbers – Campers – Quitters
AQ merupakan kondisi seseorang untuk menerima tantangan, kondisi seseorang untuk menentukan pilihan, kemampuan seseorang menerima keadaan, bagaimana hingga sampai tujuan. Orang bilang AQ juga teman dari EQ dan IQ (hehehehehe dan QQQQ yang laen). AQ dapat dijelaskan dengan sederhana dengan hubungan Climbers Campers dan Quitters. Entah 3 hal tersebut di pandang dari sudut manapun, bisa dari waktu, tempat, posisi, ataupun keadaan.
Climber merupakan orang yang tidak pernah berhenti hingga mencapai tujuan, campers orang yang telah berhenti untuk beristirahat hingga memutuskan untuk berhenti selamanya, quitters merupakan orang yang memutuskan untuk berhenti. Hal ini berdasarkan pendapat AQ dari buku yang saya baca.
Bagiku, pengertian Climbers – Campers – Quitters tidaklah salah dan tidak pula seratus persen benar. Karena “semua orang dapat menjadi ketiga hal tersebut saat sedang menjadi salah satu dari 3 hal tersebut”. Bisa juga untuk mencapai suatu tujuan, keadaan memaksa untuk menjadi Quitter sementara atau memaksa menjadi Climber meski bukan gunung yang didaki. Kalaupun itu gunung, toh itu bukan gunung pijakan awal yang didaki. Jadi kita tidak bisa mengukur tingkat AQ seseorang secara pasti, karena selalu berubah setiap waktu. Meskipun bisa, hal itu merupakan kadar AQ pada saat dilakukan pengujian.
…
Menurutku “AQ bukanlah Climbers, AQ bukan pula Campers dan AQ tentu bukan Quitters. Orang yang memiliki AQ yang bagus adalah orang yang dapat menentukan kapan menjadi Climber, kapan menjadi Camper, dan kapan saatnya menjadi Quitter.”