Kampanye Penyelamatan Energi Dunia WWF 28 Maret 2009

Seluruh dunia mendukung kampanye yang dilakukan oleh WWF, banyak kota besar di dunia melakukan pemadaman selama satu jam pada pukul 20.30 wib sampai 21.30 wib..

Hasilnya apa? Indonesia paling tidak disiplin dalam pemadaman ini…. heheheh boro boro matiin listrik satu rumah, lampu kamar aja ndak dimatiin… yang jelas aku telah melakukan hal tersebut, soale kamarku tak tinggal jadi mati, ehehhehehehehe.

cil, di jepang mati gak kemaren?

Kalo dilihat Alien dari luar bumi pasti dia mikir, ” Indonesia negara paling tidak peduli dunia “. Lha gimana coba, ,,, belahan bumi laen mati pet pet pet. Cuma indonesia doang nyala kayak kebanyakan listrik. Padahal malah dilakukan pemadaman bergilir oleh pemerintah, ruweeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeet pol.

Published in: on March 29, 2009 at 2:14 pm Leave a Comment

Prioritas

Menurutku prioritas adalah sesuatu yang dianggap penting, sesuatu yang didahulukan. Semua orang pasti memiliki prioritas,,, entah itu prioritas dalam bekerja atau dalam menuntut ilmu. Prioritas juga tidak jauh dari tujuan, dapat berati tujuan hidup atau cita cita. Yang sering jadi pertanyaan adalah, sejauh mana setiap orang menentukan skala prioritas tujuan hidup atau cita cita (banyak orang menganggap cita cita bila sudah dewasa adalah kekanak kanakan, meskipun cita cita merupakan impian, dan impian adalah bagian dari kehidupan, dan orang yang tidak mempunyai impian adalah orang yang blum merasakan kehidupan)

Seringkali prioritas rancu ditengah jalan, semakin melebar dan melebar. Dan kita tidak menyadari hal tersebut karena telah terjebak dengan keseharian, dan suatu saat kita tertegun, kemudian disaat yang laen kita menyadari kita telah jauh dari prioritas. Tak jarang dilemapun terjadi, keinginan untuk mendahulukan sesuatu berbenturan dengan aktifitas kita yang laen, keinginan untuk melakukan berbenturan dengan tanggung jawab keilmuan, keinginan untuk melakukan sesuatu berbenturan dengan tanggung jawab kemasyarakatan. Entah bagaimana kita menyikapi hal tersebut?

Orang bilang “fokuslah pada prioritas!”, “Orang sukses selalu memikirkan prioritas”. Tapi menurutku orientasi yang terbaik adalah hari ini. Apa yang kita kerjakan hari ini seharusnya merupakan bagian dari skala prioritas kita masa lalu dan masa yang akan datang.

Adversity Quotient dan konsep Climbers – Campers – Quitters

Adversity Quotient dan konsep Climbers – Campers – Quitters

AQ merupakan kondisi seseorang untuk menerima tantangan, kondisi seseorang untuk menentukan pilihan, kemampuan seseorang menerima keadaan, bagaimana hingga sampai tujuan. Orang bilang AQ juga teman dari EQ dan IQ (hehehehehe dan QQQQ yang laen). AQ dapat dijelaskan dengan sederhana dengan hubungan Climbers Campers dan Quitters. Entah 3 hal tersebut di pandang dari sudut manapun, bisa dari waktu, tempat, posisi, ataupun keadaan.

Climber merupakan orang yang tidak pernah berhenti hingga mencapai tujuan, campers orang yang telah berhenti untuk beristirahat hingga memutuskan untuk berhenti selamanya, quitters merupakan orang yang memutuskan untuk berhenti. Hal ini berdasarkan pendapat AQ dari buku yang saya baca.

Bagiku, pengertian Climbers – Campers – Quitters tidaklah salah dan tidak pula seratus persen benar. Karena “semua orang dapat menjadi ketiga hal tersebut saat sedang menjadi salah satu dari 3 hal tersebut”. Bisa juga untuk mencapai suatu tujuan, keadaan memaksa untuk menjadi Quitter sementara atau memaksa menjadi Climber meski bukan gunung yang didaki. Kalaupun itu gunung, toh itu bukan gunung pijakan awal yang didaki. Jadi kita tidak bisa mengukur tingkat AQ seseorang secara pasti, karena selalu berubah setiap waktu. Meskipun bisa, hal itu merupakan kadar AQ pada saat dilakukan pengujian.

Menurutku AQ bukanlah Climbers, AQ bukan pula Campers dan AQ tentu bukan Quitters. Orang yang memiliki AQ yang bagus adalah orang yang dapat menentukan kapan menjadi Climber, kapan menjadi Camper, dan kapan saatnya menjadi Quitter.”

Published in: on March 22, 2009 at 12:25 pm Leave a Comment
Tags: ,